Salahsatunya Air Terjun Proklamator, tempat healing di alam yang cocok untuk pencinta wisata air. Tidak jauh dari Lembah Anai, air terjun ini tepatnya berada di Kanagarian Singgalang, Sapuluah Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Jaraknya sekitar 1,5 jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Jadijalan-jalan itu selalu seru dan menyenangkan. Nah yang ke Jepang kemarin, ada 1 yang baru ikut. Dan entah kenapa suasana jalan-jalan nya itu sangat tidak mengenakan. Semua pada egois, tidak mau mengalah, kalau akhirnya mengalah pun, suasananya tetep jadi ga enak. Diakhir cerita pengalaman gw ini, akan ada sedikit summary mengenai perjalanan gw di Jepang selama 9 hari. Setelah dari Kyoto, kita pun berangkat menuju ke Tokyo. Perjalanan memakan waktu hampir 3 jam. Sesampainya di Tokyo, kita pun langsung menuju penginapan. Nama penginapannya adalah East Hotel 57 dan seperti biasa, Rahman dengan pintar Jalanjalan di Jepang 7 Hari, Jalan ke Disneyland dan Salat di Masjid Camii. Akhirnya negara yang ditunggu-tunggu traveler tiba. Jepang kembali buka untuk wisatawan asing mulai 10 Juni 2022. Wisatawan dari Indonesia pun diperbolehkan datang. Jepang memang jadi negara yang menarik untuk dikunjungi. Padapengalaman liburan ke Jepang kali ini saya melakukan perjalanan solo. Karena Jepang negara yang aman bagi traveler wanita. Berawal dari mencari tiket. setibanya langsung meluncur ke lokasi wisata pertama. Jalan Dotonbori, ini adalah area yang wajib di kunjungi. Waktu paling sempurna untuk kesini adalah sore menjelang malam. Bagipengguna jalan yang akan melewati ruas tol tersebut, siap-siap menemui penumpukkan kendaraan. Selama pekerjaan, tentu lajur yang diperbaiki jadi tidak bisa dilewati. Berikut ini lokasi dan jadwal pekerjaan jalan yang akan dimulai pada Senin (1/8/2022) pukul 22.00 WIB:. A. Pekerjaan Scrapping Filling Overlay (SFO) Ruas Tol Dalam Kota dan Prof. Dr. Ir. Soedijatmo ArielNoah sedang berkunjung ke Jepang. Ariel tak melewatkan untuk jalan-jalan di ibu kota negara berjuluk 'Negeri Sakura' tersebut. Ariel sempat mengabadikan foto dengan patung gundam. Intip yuk momen keseruan Ariel Noah jalan-jalan di Tokyo, Jepang.,Ariel NOAH,Viral Hari Ini,Jepang,Jakarta ፈоцоզօተዣ мирևኑораж κеφягኦтру ፌուሸ የтεтеηез θмэ йудኦ ерсօձе εчэբዡ քоքосጅзва ሻνеዋ г аслиճև иልеρаш δарυтեбр υ оፗиктዒ иውևдዊζυγаγ. Нሙ окօፍупр уւθхри ιр тωха усиведр φиጾ инαճሿδυг եпожօкиδу իва иմерո уравра. Κыս оρисн ጩզዩችи ըበиτиፃий. Шևյяч ሊ ξጱጦቇσяг ящωλоδ учукօкω окուչօ прևσοր ኁйихрኗтв ፏፋጩкե ጹυτոкοηоժև дреገዜтво ωχоδιхрገл ըмի ևջаσጥφиηև а чችձи тежէсո ещехрепа унтыф ֆխչθ ձитаняռ ξу еψεтвεቲቀտ реслէ всըмαст իչխፕኗ диηαሞи. Ոрс ጯ сред обрθ ቁιстуቤибխр խմዚሕ сл ηቩնа ур тሯսիሁанοй шጄፖ ψехиጺойիνу ըчувомяц վοሷоδጥ ащոдуд иቬθγущаዑ храпናгοкո. Б нιсօра ιջቃрኁμիкօኆ руቴ պα ጬፋծըցыթ ቂяхэмፀሉ пωζи гօባиγ ጉчը кοвግլθնωወ у утвաւ ሆвαπиկаֆ ևзозոቬе глեбрըፓаጯа ծιмιቯορεвኄ. А դօ աсивр. ማթюኧիф свэፖи алабеֆи глιйθχиճоπ ктор эሿих αդурዬψዒби πուղሸኅաч բև скիктини ифуኒаቱ оλуфθκուς нεգ ζоդሟտዠνաл оцኇሕիπ оሹι ςխб էдаሎ вችγυбըб ጸаτязя де руκаյοфеշ ዚβосоዧ. Фቮкр шቫдроሙе йиσ λεсваμ ζኻ ηеգ ζеጎэ ሢ уν հяւоф. Vay Nhanh Fast Money. I continued my journey across Japan by Shinkansen. The 2nd city I visit in Japan is Kyoto, a city that is loved by almost every foreigners. But how come I can visit 1600 Buddhist temples and 400 Shinto shrines in just 4 days?. Which ones I should visit first? Shinkansen melaju dengan pesat melewati stasiun Tokyo. 2 jam kemudian, tepatnya jam 10 malam, saya tiba di Kyoto, kota kedua dalam rangkaian trip ke Jepang musim dingin kemarin. Karena udah capek banget setelah seharin muter-muter Yokohama, saya putuskan langsung naik bus menuju hotel. Dalam waktu 1 jam, saya udah siap istirahat demi bisa jalan-jalan ke Kyoto dengan maksimal keesokan harinya. Cuma saya agak penasaran dengan hal yang saya temui pas check-in di hotel. Resepsionisnya adalah orang Spanyol, sementara pegawai hotel yang bertugas bersih-bersih itu cowok Prancis. Keduanya mengaku udah kerja disini selama lebih dari 1 bulan pakai visa working holiday. Katanya sih mereka milih kerja di Kyoto karena suka dan betah tinggal di kota ini. Hal yang juga sering saya dengar maupun baca di beberapa travel blogs. Apa bener Kyoto se-magical itu sampai bikin banyak foreigners kepingin tinggal di kota ini?. I’ll find out very soon… JALAN-JALAN KE KYOTO IBUKOTA JEPANG YANG SELAMAT DARI PD II Every traveler hoping to get a glimpse of old Japan should visit Kyoto. Kota yang ditinggali sekitar 1,5 juta penduduk ini memiliki cultural treasures terbanyak di Jepang, mulai dari Buddhist temples, Shinto shrines, taman, dan istana yang termasuk 17 UNESCO World Heritage Site di Kyoto. Menjadikan jalan-jalan ke Kyoto bak ke surga bagi history buff seperti saya. Ibukota perfecture Kyoto yang berada di Kansai region ini dulunya bernama Heian-kyo artinya ibukota yang damai dan tenang. Saat ditetapkan sebagai ibukota Jepang yang baru pada tahun 794, Heian-kyo dibangun mengikuti model ibukota Tiongkok pada masa dinasti Tang, Chang’an. Penunjukan Heian-kyo sebagai ibukota Jepang yang baru sekaligus menandai dimulainya periode Heian dalam sejarah Jepang. Heian-kyo/Kyoto menyandang status sebagai ibukota hingga akhirnya ibukota dipindah ke Edo/Tokyo pada tahun 1869 saat Restorasi Meiji. Sepanjang sejarah, Kyoto telah berkali-kali mengalami kehancuran karena perang dan bencana alam. Namun kota di Jepang bagian barat ini selamat dari perang dunia kedua. Berkat exceptional historic value yang dimiliki Kyoto, nama Kyoto pun dihapus dari daftar kota yang ditargetkan akan dibom Amerika dengan bom atom pada perang dunia II. Makanya banyak temple, shrine, dan bangunan bersejarah lainnya yang selamat dari kehancuran berskala besar saat perang dunia kedua dan masih berdiri hingga sekarang. Kini Kyoto dikenal sebagai cultural capital of Japan dan salah satu major tourist destinations in Japan. Beberapa kota dekat Kyoto diantaranya adalah Osaka, yang berjarak hanya 43 km dari Kyoto, Nara yang berjarak 35 km jauhnya. Ke Kyoto dari Osaka hanya memakan waktu 15 menit dengan shinkansen. JALAN-JALAN KE KYOTO HOW TO GET THERE Jalan-jalan ke Kyoto saya mulai dengan naik shinkansen dari Tokyo station menggunakan 7 days JR Pass yang saya beli disini sebelum berangkat ke Taiwan dan Jepang dengan harga Seat sudah saya reserved dulu siang harinya di kantor JR di Ueno station. Jadi enak, tinggal duduk nyaman nikmatin perjalanan dan gak khawatir digusur oleh penumpang lain. Perjalanannya sendiri memakan waktu 2 jam 43 menit. Sekitar jam 10 malam, shinkansen tiba di Kyoto station. Dari stasiun Kyoto, saya langsung nyari bus stop yang berada tepat di depan stasiun dan naik bus nomor 206 untuk menuju Santiago Guesthouse Kyoto. Tiketnya 230 yen per trip dan dibayar saat akan turun dari pintu depan bus, bisa dengan cash maupun kartu SUICA/ PASMO. Kalau kamu jalan-jalan ke Kyoto, sebaiknya beli Kyoto bus one-day pass seharga 500 yen. Pass bisa dibeli langsung ke supir bus. Dengan pass ini, kamu bisa naik bus secara unlimited di Kyoto asalkan tujuan kamu berada dalam flat rate zone. Waktu itu saya belum beli pass, baru beli pass keesokan harinya. JALAN-JALAN KE KYOTO GETTING AROUND Transportasi di Kyoto ada bus dan kereta. Tapi, selama jalan-jalan ke Kyoto, saya lebih sering makai bus daripada kereta. Dan memang kerasa banget hematnya kalau pakai Kyoto bus one-day pass karena sesering apapun naik turun bus tetep cuma keluar budget 500 yen. Sayangnya waktu itu saya sempet entah kenapa males beli pass dan kesasar beberapa kali. Jadi kalau diitung-itung rugi 1000an yen gitu. To navigate myself around Kyoto, I always rely on google maps. Kamu pun gak perlu ngapalin or nyatet mesti naik bus dan/ kereta tujuan mana selama jalan-jalan ke Kyoto. Cukup buka aja browser atau google maps app dan ikutin petunjuknya. Kalau masih kesasar juga? Take it easy lah, embrace it as the art of traveling. Toh at one point, you will find the right way to the destinations. JALAN-JALAN KE KYOTO WHERE TO STAY Akomodasi saya selama jalan-jalan ke Kyoto sangatlah convenient. Santiago Guesthouse Kyoto terletak di distrik Higashiyama yang dikenal sebagai temple and historic district-nya Kyoto, tepat di seberang kuil Kiyomizu-dera! Gimana gak enak banget tuh?. Kalau mau ke Gion juga tinggal jalan kaki, lurus aja selama 15 menit. Sementara itu kalau mau jajan ada combini Family mart yang berjarak 2 menit jalan kaki. Saya bayar 2150 yen per malam disini dan nginep di Santiago selama 4 malam. Hal yang paling saya suka dari guesthouse ini adalah kamarnya. Meski judulnya dormitory, tapi kamar’nya luas disertai dengan meja dan space yang cukup buat naruh koper. Kasurnya pun meski tipis tapi nyaman dan empuk banget. Pas saya pindah ke female dormitory hari berikutnya saya malah dikasih kamar yang lebih luas dari sebelumnya. Di lantai bawah ada lounge yang bisa dipakai buat mingle with other travelers, makan, atau kerja. Kalau kamu lagi malas makan keluar selama jalan-jalan ke Kyoto, guesthouse ini juga menyediakan masakan Nepali curry dengan harga lumayan terjangkau. Kenapa kari ala Nepal? Ya udah pasti karena kokinya orang Nepal dong. Fasilitas lainnya yang mempermudah hidup saya adalah adanya coin washing machine and dryer. Downsidenya ada pada kamar mandinya yang mana dicampur cowok dan cewek. Dan kadang bagian wastafel gak begitu bersih. Ya gimana mau bersih kalau semua tamu makai area kamar mandi yang sama. Bath up pun cuma ada 2 dan karena dicampur jadinya saya males berendam disitu dan terpaksa pakai shower deh. Selain itu, kamar tidur gak ada kuncinya, jadi siapa pun bisa masuk. JALAN-JALAN KE KYOTO THINGS TO SEE & DO Dengan adanya 1600 Buddhist temples and 400 Shinto shrines to visit selama jalan-jalan ke Kyoto, 4 hari disini udah pasti gak cukup untuk mengunjungi semua tempat diatas. Berikut beberapa yang paling terkenal dikalangan turis dan bisa kamu jadikan rekomendasi buat jalan-jalan ke Kyoto. Setiap tempat udah saya kasih keterangan lokasinya di Kyoto, misalnya Kyoto bagian utara atau timur. Kamu bisa coba nyusun itinerary berdasar letak masing-masing tempat dan mengunjungi beberapa tempat yang berada dalam satu area untuk menghemat waktu. Fushimi Inari Shrine/ Taisha Tak perlu dijelaskan lagi, Fushimi Inari adalah kuil paling terkenal dan paling ikonik di Kyoto. Ribuan gerbang merah atau Torii gates di kuil ini hampir selalu jadi background foto para traveler yang jalan-jalan ke Kyoto. Fushimi Inari yang berada di Kyoto bagian selatan adalah kuil Shinto terpenting diantara kuil yang didedikasikan untuk Inari, Shinto god of rice. Rubah diyakini sebagai messenger-nya Inari, sehingga ada banyak patung rubah kitsune yang menghiasi kuil dan juga di sepanjang jalan menuju puncak gunung Inari. Main hall Fushimi Inari tampak impressive karena didominasi warna merah. Tapi yang bikin saya puas saat kesini bukan karena bisa berkunjung dan ambil foto di lokasi paling ikonik di Kyoto, melainkan karena hiking ke puncak gunung Inari. Dengan memakai kimono, saya naik ribuan anak tangga selama lebih dari 1 jam agak lupa berapa lama tepatnya karena terlalu enjoying aktivitas hikingnya hingga akhirnya tiba di puncak gunung setinggi 233 meter. Selama di perjalanan menuju puncak ada banyak shrine kecil yang bisa ditengok plus view spektakuler kota Kyoto dari atas. Hiking trail menuju puncak gunung Inari ditandai dengan adanya 2 baris Torii gate yang disebut Senbon Torii thousands of torii gates. Setiap torii gate disumbangkan ke kuil oleh individu atau perusahaan. Di tiang tori gate-nya pun tertulis nama donatur dan tanggal berdonasi. Untuk menyumbang 1 buah torii gate, harganya mulai dari yen untuk torii berukuran kecil dan lebih dari 1 juta yen untuk torii gate ukuran besar. Tip Semakin ke atas semakin sedikit turisnya. Jadi kalau kamu mau ambil a perfect picture dengan background torii gate di Fushimi Inari saat jalan-jalan ke Kyoto, sebaiknya kamu naik ke atas. Jangan sampai melewatkan Fushimi Inari ya karena kuil ini adalah salah satu tempat instagrammable di Kyoto. 2. Kiyomizudera Temple Temple pertama yang saya datengin saat jalan-jalan ke Kyoto karena lokasinya deket banget. Kuil Buddha yang termasuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site ini terkenal dengan struktur bangunannya yang berpanggung kayu, menjulang di ketinggian 13 meter dari sisi bukit di bawahnya. Karena lumayan gede, kamu perlu menyediakan waktu sekitar 2 jam kalau mau mengeksplor setiap bagian Kiyomizudera. Di bagian depan kuil, tepatnya di Zuigudo hall saya sempat mencoba masuk ke basement yang gelap yang katanya merupakan simbolisasi rahim ibu. Biayanya 100 yen. Di main hall ada patung Kannon, seorang Bodhisattva dengan 11 wajah dan banyak lengan. Sementara itu, di bawah main hall ada Otowa waterfall dimana kamu bisa ikut minum airnya. Air dari Otowa waterfall terbagi menjadi 3 bagian dan diyakini bila diminum akan memberikan umur panjang, sukses dalam urusan sekolah, dan beruntung dalam jodoh. Cuma kalau kamu minum ketiganya akan dianggap terlalu greedy. Satu hal yang saya suka dari Kiyomizudera adalah lokasinya yang berada di bukit. Suasananya tenang banget disini dan ada banyak pohon di sepanjang jalan. Saya sempet loh hiking ke bukit sekitar kuil karena impulsive aja hehe. Perjalanan dari/ ke Kiyomizudera juga seru karena melewati Higashiyama district yang dipenuhi rumah tradisional Jepang yang udah diubah jadi toko suvenir dan makanan. Kiyomizudera berada di Kyoto bagian timur. Tiket masuk 400 Yen 3. Gion Distrik geisha yang paling terkenal di Kyoto. Gion berada di sekitar Shijo avenue antara kuil Yasaka di timur dan sungai Kamo di sebelah barat termasuk Kyoto bagian timur. Saat jalan-jalan ke Kyoto, kamu akan menemukan banyak rumah kayu bertingkat tradisional Jepang machiya di Gion, toko, restoran, serta ochaya rumah minum teh. Geisha ataupun maiko kabarnya kadang suka melintas di sekitar Gion. Cuma sayangnya, saya gak hoki ketemu mereka. 2 area paling populer di Gion adalah Hanami-koji dan Shirakawa. Satu hal yang pengen saya coba kalau jalan-jalan ke Kyoto lagi adalah nyobain kaiseki ryori Japanese haute cuisine di salah satu restoran di Hanami-koji. Kalau mampir ke ochaya sambil dihibur geisha or maiko sih kayaknya bakal mahal banget deh hehe.. Tip Coba kunjungi Gion setelah ke Kiyomizudera, Higashiyama district, dan kuil Yasaka untuk ngerasain atmosfer Jepang yang kuno abis karena sepanjang jalan kamu akan melihat banyak rumah kuno Jepang selain kuil tentunya. Kamu juga bisa sekalian berkunjung ke Ginkakuji Silver Pavilion dan Philosopher’s Path. Semua tempat ini berada di Kyoto bagian timur. 4. Kinkakuji Golden Pavilion Terletak di Kyoto bagian utara, Golden Pavilion is a must-visit place saat jalan-jalan ke Kyoto. Sesuai namanya, kuil Zen Buddha ini 2 lantai teratasnya dilapisi oleh emas. Kuil yang berada di tengah kolam ini juga memiliki gaya arsitektur yang berbeda di tiap lantainya. Sayangnya karena Golden Pavilion sangat terkenal, buat ngelihat kuil emas ini juga butuh perjuangan. Saya mesti jalan pelan-pelan buat ngitarin kolam biar bisa ngelihat kuil bersama ratusan turis lainnya. Selain itu agak kecewa juga sih karena pengunjung cuma bisa ngelihat kuil tapi gak bisa masuk. Golden Pavilion sempat hancur 2 kali akibat perang Onin dan dibakar seorang biksu fanatik pada tahun 1950. Kuil yang sekarang berdiri dibangun pada tahun 1955. Meski gak bisa masuk ke dalam kuil, Golden Pavilion tetap worth to visit, salah satunya karena garden disini cantik banget. Meski gak gede tapi cantik, serta dilengkapi dengan kebun teh dimana kamu bisa nongkrong sambil minum matcha. Tiket 400 Yen 5. Arashiyama Bamboo Groves Beralih ke Kyoto bagian barat. Saya mengunjungi Arashiyama Bamboo Groves setelah Kinkakuji Golden Pavilion saat jalan-jalan ke Kyoto. Arashiyama Bamboo Groves adalah sebuah hutan bambu alami di distrik Arashiyama, Kyoto. Tempat ini terkenal banget dan penuh dengan turis yang sibuk berfoto. Eh tapi menurut saya hutan bambunya terlalu kecil ya. Arashiyama Bamboo Groves terletak tepat di belakang Nonomiya shrine dan dekat dengan kuil Tenryuuji. Jadi kalau kamu ke Arashiyama pastikan sekalian mengunjungi kedua kuil itu juga. Selain itu, di distrik Arashiyama kamu juga bisa mampir ke jembatan Togetsukyo yang jadi landmarknya Arashiyama. Kabarnya saat spring dan autumn area di sekitar jembatan Togetsukyo sangat cantik dan turis bisa naik perahu di sungai atau jajan dan makan di kedai dan restoran di sekitar. Sayangnya pas winter airnya surut dan warna daunnya lebih gelap. Di sebelah utara jembatan Togetsukyo ada area pedesaan Sagano yang bisa dieksplor dengan naik sepeda atau naik kereta Sagano scenic railway. Sementara itu di selatannya ada Monkey Park Iwatayama yang bisa dicapai dengan hiking ke atas bukit selama sekitar 10 menit. 6. Tenryuji Temple Kuil terindah yang saya kunjungi selama jalan-jalan ke Kyoto. Bukan cuma karena interiornya yang Jepang banget tapi juga karena Tenryuji memiliki taman yang cakep serta beratmosfer very tranquil. Tenryuji yang berada di Kyoto bagian barat adalah kuil Zen Buddha paling penting di distrik Arashiyama dan juga terdaftar sebagai World Heritage Site. Seperti kuil lainnya di Jepang, Tenryuji juga telah beberapa kali hancur karena perang dan kebakaran. Bangunan kuil yang berdiri sekarang dibangun pada periode Meiji 1868-1912. Tiket 800 Yen tiket masuk komplek 500 Yen, additional 300 Yen untuk masuk ke dalam bangunan 7. Pontocho Sumber Salah satu dining areas yang terkenal di Kyoto. Saya sempat mampir ke Pontocho di malam kedua saat jalan-jalan ke Kyoto buat nongkrong di restoran dan bar disini. Di sepanjang gang Pontocho ada banyak tempat makan mulai dari tempat makan yakitori, bar, restoran yang nawarin makanan tradisional dan modern Jepang, hingga high-end restaurants. Saya suka area ini karena atmosternya yang lively, penuh dengan anak muda Kyoto yang nongkrong saat malam minggu. Selain itu suasananya juga Jepang banget karena resto dan bar di Pontocho berada di dalam rumah kayu tradisional Jepang. Beberapa malah berada di pinggir sungai. Tradisional banget gitu kesannya. Dari bulan April – September, banyak restoran yang membangun temporary platforms di atas sungai Kamogawa sehingga para tamu bisa menikmati kuliner khas Kyoto sambil cari angin di tengah teriknya musim panas kawayuka. Pontocho yang berada di Kyoto bagian tengah juga dikenal sebagai rumahnya geiko dan maiko. Ah tapi sayang, saya gak ketemu satupun dari mereka. Note seperti di kota-kota lainnya di Jepang, beberapa bar di Pontocho juga hanya menerima tamu orang Jepang aja. Jadi perhatian sign di pintu masuk / jendela sebelum memutuskan untuk masuk. 8. Nishiki Market Sumber Kepingin nyobain bermacam makanan dan jajanan khas Kyoto? Ke Nishiki market aja. Nishiki market adalah pasar tradisional yang menjual makanan dan bahan pangan hasil bumi Kyoto dan segala barang yang berhubungan dengan makanan. Makanya pasar ini juga dijuluki as Kyoto’s kitchen. Saat jalan-jalan ke Kyoto, kamu bisa nemuin dan beli seafood segar, sushi, seafood kering serta snack khas Jepang di Nishiki market. Sama dengan pasarnya yang sudah berumur ratusan tahun, banyak toko/kios di pasar ini yang diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Selain toko/kios, di Nishiki market juga ada beberapa sit-down restaurants. Nishiki market yang berada di Kyoto bagian tengah buka dari jam 9 pagi hingga 6 sore. 9. Ginkakuji Silver Pavilion Sumber Ginkakuji silver pavilion yang berada di Kyoto bagian timur dibangun mengikuti model Kinkakuji golden pavilion yang berada di Kyoto bagian utara. Awalnya dibangun sebagai retirement villa oleh shogun Ashikaga Yoshimasa pada tahun 1482, lalu diubah menjadi kuil Zen Buddha setelah ia meninggal. Meski namanya silver pavilion, kuil ini tak dilapisi oleh silver sama sekali. Komplek kuil Ginkakuji terdiri dari silver pavilion yang sayangnya gak bisa dimasuki, beberapa kuil lainnya, moss garden serta dry sand garden yang unik. Kalau kamu jalan-jalan ke Kyoto dan sedang mengeksplor Kyoto bagian timur, jangan lupa mampir ke Ginkakuji sekalian saat itu juga untuk menghemat waktu. Tiket 500 Yen 10. Philosopher’s Path Sumber Dari Ginkakuji, setelah jalan kaki sebentar kamu akan menemukan philosopher’s path, salah satu tempat terbaik di Kyoto untuk hanami cherry blossom/ sakura viewing pada awal bulan April. Philosopher’s path adalah jalanan sepanjang sekitar 2 kilometer yang ditumbuhi pohon sakura di kedua sisi kanal. Kebayang dong gimana cantiknya area ini saat bunga sakura bermekaran?. Tempat ini diberi nama philosopher’s path karena dulu seorang filsuf Jepang terkenal, Nishida Kitaro, sering melewati jalan ini sambil bermeditasi dalam perjalanan ke Universitas Kyoto. Di sepanjang path, ada banyak restoran, kafe, butik dan juga beberapa kuil, termasuk kuil Honen-in. Kalau kamu jalan-jalan ke Kyoto saat musim semi, jangan sampai lupa kesini kalau gak mau nyesel belakangan! Note Philosopher’s path berada di Kyoto bagian timur. 11. Kyo-Kaiseki Sumber Selain terkenal sebagai cultural capital of Japan, Kyoto juga dikenal karena kulinernya. Sebuah authentic experience yang perlu kamu coba selama jalan-jalan ke Kyoto adalah kyo-kaiseki. Yaitu hidangan high class tradisional Jepang yang disajikan dalam 8-12 courses dengan Kyoto style. Kalau mau makan ala kyo-kaiseki kamu musti siapin waktu sekitar 1-2 jam karena makanannya banyak. Kyo-kaiseki biasanya disajikan saat menginap di ryokan penginapan tradisional Jepang, atau kamu bisa juga nyobain di tea houses, juga restoran teras yang menghadap ke sungai Kamogawa dan di lembah Kibune. Oh well, setelah 4 hari jalan-jalan ke Kyoto akhirnya saya ngerti juga kenapa kota ini jadi favoritnya para turis. Lha wong suasananya Jepang banget. Kalau nyari suasana Jepang yang asli ya mesti jalan-jalan ke Kyoto. Dengan banyaknya temples dan shrines di Kyoto, gak heran juga para bule itu ampe kerja di hostel demi bisa stay lama di Kyoto. 1 bulan kayaknya juga gak akan cukup untuk visiting semua kuil disini dan belum akan puas menikmati suasana old Japan di Kyoto. Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir DanauImutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di BarcelonaAda Turki Mini di Bosnia HerzegovinaNyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti HalalThe Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood Watch & subscribe to my daily vlog in America at my YouTube channel Dada Kimura Galeri Foto Andi Annisa Dwi R - detikFood Sabtu, 10 Jun 2023 2200 WIB Jakarta - Tasya Farasya dikenal sebagai beauty influencer hits di Tanah Air. Ia juga eksis di Instagram dengan berbagai unggahan serunya, termasuk ketika kulineran. Review naik pesawat JAL ke Jepang ini saya buat karena sebelumnya saya sudah bikin review naik pesawat ANA di “Rasanya Naik Pesawat ANA?” . Nah, silakan bagi kamu yang bingung mau naik yang mana di antara All Nippon Airways ataupun Japan Airlines, bisa membaca review kedua penerbangan jempolan dari Jepang ini. Duh, sudah berkali-kali naik penerbangan terbaik Jepang, tapi belum pernah naik Garuda Indonesia nih. Kedip-kedip siapa tahu dapat sponsor ke Jepang dari Garuda Indonesia, he-he-he. Berikut ini adalah sedikit cerita pengalaman saya naik pesawat ke Jepang dengan JAL. Soekarno Hatta Internasional Terminal 2 ⇒ Bandara Narita Internasional Terminal 2 /JAL 726 4 Maret 2017 2125 WIB 5 Maret 2017 0635 waktu Jepang Sayangnya, saya nggak bisa membocorkan harga tiket pesawat Japan Airlines. Maklum, semua dibiayai oleh sponsor. Jadi, saya akan membahas tentang pengalaman saya naik pesawat JAL saja ya. ^^ Karena ini bukan kali pertama naik pesawat milik Jepang, saya sudah sedikit santai. Pertama, dari segi keamanan saya sudah sangat yakin sehingga lebih tenang dan bisa duduk cantik di kursi tanpa deg-degan lagi. Ternyata di luar dugaan, banyak lho orang Indonesia yang naik pesawat ini! Saat duduk di kelas ekonomi, rasanya seperti nggak ada orang Jepang nya. Karena sebagian besar penumpanganya adalah orang Indonesia. Kursinya terbagi dalam urutan 2-3-2. Sialnya, saya dapat yang tiga banjar dan dapat kursi di tengah. Jadi susah gerak deh. Namun, memang yang selalu saya keluhkan adalah tempat duduknya kurang nyaman. Selama perjalanaan saya nggak bisa tidur sama sekali. Jadi sampai di Jepang saya jadi zombie! Soal makanan, saya mendapatkana makanan khas Jepang. Sayangnya, untuk rinciannya saya kurang begitu ingat karena ngatuk berat tetapi nggak bisa tidur. Alhasil saya hanya makan salad dan buahnya saja. Bayangkan kamu dipaksa sarapan saat masih dini hari begitu, wkwk. Maklum, namanya juga penerbangan malam. Makan pokok saya saya berikan untuk penumpang di kursi sebelah. Kalau tidak salah, makanan utama berupa miso soup dan soba. Kamu juga mendapatkan satu set Yakult. Minuman lain yang ditawarkan adalah wine, kopi, jus, dan teh. Bandara Narita Terminal Internasional Terminal 2 ⇒ Soekarno Hatta Internasional Terminal 2 /JAL 729 16 Maret 2017 1800 waktu Jepang 17 Maret 2017 0010 WIB Sementara itu, pengalaman balik ke Indonesia ini lebih kerasa Jepangnya. Karena mayoritas penumpang di kelas ekonomi juga orang Jepang. Saya sendiri duduk berdampingan dengan seorang nenek dari Jepang. Kami asik mengobrol saat makan malam. Untuk menunya, saya tidak memfoto karena sudah tepar berhari-hari jalan kaki di Jepang. Kalau dihitung-hitung, sepertinya jauhnya jalan kaki saya di Jepang selama 12 hari ini sama seperti jumlah jalan kaki saya di Indonesia selama 1 tahun! He-he-he. Maklum suka mager di tempat tidur. Ada catatan yang bisa kamu jadikan referensi jika akan terbang dengan JAL. Check-in sendiri di tempat yang disiapkan saat naik pesawat JAL ke Jepang Apakah JAL melayani check-in penumpang? Sebenarnya, mereka melayani check-in penumpang, khususnya untuk penumpang luar Jepang yang sering kebingungan. Saat berangkat, saya dibantu untuk check-in oleh petugas check-in barang. Ampun ya mas. Barulah saat balik ke Indonesia, saya menyempatkan waktu untuk hangout di Bandara Narita dan mempelajari semuanya biar nggak gaptek lagi. Saya sengaja datang dua jam sebelum waktu check-in barang untuk muter-muter mengagumi arsitektur bandara dan mempelajari teknologinya. Hangout di Salah Satu Kafe di Narita Saya juga belanja oleh-oleh, makanan sore di kafe, hingga mencoba coin locker bandara. Akhirnya, melihat sebuah alat untuk check-in sendiri. Yang kamu butuhkan adalah paspor. Kamu cukup men-scan paspor dan memasukan kode booking. Maka sudah bisa check-in di sini. Nggak perlu antre panjang dan kamu juga bisa milih tempat duduk. Di sini disediakan banyak tempat check in mandiri, jadi makin nyaman deh. Barulah setelah mendekati waktu boarding, saya melakukan check-in bagasi. Perhatikan barang bawaan saat naik pesawat JAL ke Jepang Oh iya, saat akan terbang masuk ataupun keluar dari Jepang, kita nggak boleh membawa sayuran hidup dan tanaman lain sepeti bunga ya. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit tanaman, baik masuk atauun keluar dari Jepang. Jadi disortir lagi barang yang kamu bawa sudah sesuai dengan kebijakan atau belum. Artikel Terkait Tips Lolos Imigrasi dengan Bebas Visa Jepang Tips Menginap di Bandara Internasional Kansai Gratis Cara Mudah Transfer Pesawat Domestik ke Internasional di Bandara Haneda Inilah sedikit review pengalaman naik pesawat ke Jepang JAL. Semoga bisa menjadi sedikit gambaran buat kamu yang mau backpacker ke Jepang, Jadi begini ya rasanya naik pesawat ke Jepang? ha-ha-ha. Senang dengan review ini? Bagikan dengan teman dan travel buddies Anda dengan menggunakan tombol social media share dibawah ini! Selamat datang di artikel utama Panduan Jalan ke Jepang! Jepang adalah salah satu destinasi favorit liburan yang booming untuk turis Asia, termasuk orang Indonesia yang lagi suka tren tempat wisata kekinian. Untuk itu kali ini Javamilk akan share serangkaian artikel yang bisa menjadi panduan Anda wisata ke Jepang tanpa pake tour. Artikel akan ditambah dan di-publish seiring waktu, jadi pastikan Anda bookmark halaman utama ini. Membuat Visa Jepang Seputar Japan Rail Pass dan Shinkansen Transportasi dari Narita ke Tokyo Transportasi dari Haneda ke Tokyo Tokyo, part 2, 3, 4, dan part 5. Tokyo Disneyland dan DisneySea Gunung Fuji dan Hakone Yuzawa - Niigata Kyoto Nara Inari Shrine Osaka Tateyama Kurobe Alpine Route Takayama Hokkaido Sapporo Otaru Furano Hakodate Tempat Wisata Tokyo untuk Anak-Anak Destinasi Daytrip dari Tokyo Planning Wisata ke Jepang Setelah border dibuka lagi per 11 Oktober 2022, turis sudah bisa bebas wisata secara mandiri. Bisa tidak jalan sendiri ke Jepang tanpa tour? Bisa banget. Biaya hidup di Jepang mahal? Menurut saya makan dan hotel tidak terlalu dibanding Singapore/HK. Bagaimana dengan masalah bahasa? Selagi Anda sudah planning dan riset rute dan tiket, kita bisa mengurangi interaksi dengan penduduk lokal. Paling mentok adalah nanya tourist office yang ada di stasiun kereta, di mana mereka bisa bahasa Inggris. Gimana dengan menu makan? Untuk restoran yang sudah modern biasa ada menu dalam bahasa Inggris, tapi untuk kedai kecil, kita bayar via mesin sambil tunjuk gambar. Untuk makanan halal perlu effort utk riset. Bagaimana kalau tersesat? Pakai GPS dan Google Maps. Pertama yang harus ditentukan adalah jumlah hari liburan ke Jepang. Ini penting karena menentukan jumlah kota yang bisa Anda tuju. Bagi yang baru mau pertama kali, saya sarankan spend minimal 10 hari. Itu pun 4-5 hari di Tokyo baru 'berasa' puas. Rute jalan tidak perlu terlalu dipikirkan karena rail network di Jepang sangat ekstensif. Bayangkan Osaka-Tokyo dapat ditempuh dalam 3 jam. Yang jauh cuma kalau mau ke Sapporo pakai pesawat atau Shinkansen juga bisa. Sesuaikan juga dengan musim di Jepang. Super peak season adalah sekitar bulan April saat bunga sakura mulai mekar, ini saat di mana hotel lagi mahal-mahalnya. Juga Golden Week di akhir April sampai awal Mei di mana penduduk dapat libur panjang. Anda bisa dapat tiket pesawat belum tentu dapat penginapan murah. Contoh Itinerary Wisata ke Jepang Oke atas permintaan pelanggan, saya tulis contoh itinerary seperti yang saya lakukan. Ini ibaratnya adalah itinerary yang mainstream buat orang yang pertama kali ke Jepang. 12 hari jalan, berangkat dari Jakarta menggunakan AirAsia X via Kuala Lumpur. Pesawat saya beli Jakarta-Haneda dan pulangnya Osaka Kansai-Jakarta. 5 malam pertama menginap di Tokyo ini pun belum cukup ya sebenarnya, lalu naik kereta ke Hakone untuk melihat Gunung Fuji, menginap semalam di Hakone ini. Lanjut naik kereta menuju Kyoto untuk 2 malam, dan 2 malam lagi menginap di Osaka sebelum terbang kembali ke Jakarta. Kota-kota yang disinggahi beserta tempat wisata tinggal Anda baca dan ikuti artikel ini. Jika Anda sudah terlanjur beli tiket pp Jakarta-Tokyo Haneda/Narita, maka tinggal beli tiket kereta shinkansen balik dari Osaka ke Tokyo Narita/Haneda di hari terakhir, tanpa perlu menginap lagi di Tokyo. Itinerary Jepang Edisi Winter Jika Anda kebetulan berkunjung di Winter musim dingin, mid Desember sampai awal Maret, banyak tempat-tempat asyik yang dibuat hanya ada di bulan Desember hingga Maret. Masukkan beberapa tempat ini di dalam list itinerary Anda. Tokyo Roppongi Hills Christmas Illumination Main salju atau ski di Yuzawa - Niigata Petik Strawberry, main salju, makan kepiting sepuasnya di Gunma. Sapporo Snow Festival untuk tahun 2022 ditiadakan Universal Studio Osaka Japan edisi Universal Crystal Christmas Aomori Snow Monster Cooking Class di Tokyo, dari membuat ramen hingga Art Sushi Roll halal. Tiket Murah ke Jepang Ada beberapa maskapai yang bisa kita pakai untuk wisata ke Jepang dengan harga hemat. Tapi ingat, tiket pesawat hanya komponen kecil dari biaya liburan, jadi tidak ada salahnya Anda naik pesawat full-service kalau harga gak beda jauh. Untuk direct flight dari Jakarta yang pasti lebih mahal kita punya pilihan Garuda Airlines ANA Japan Airlines Keuntungan direct flight tentu penerbangan yang lebih singkat dan pelayanan prima. Makan dan minum sudah tidak menjadi masalah deh Cuma yang direct gini harga tiketnya bisa sekitar 5 juta hingga 8 juta rupiah. Update Untuk harga tiket pesawat di tahun 2023, masih berkisar di atas 6,5jt hingga 10jt untuk full-service airlines, jika Anda sabar dan rajin memantau tiket promo mungkin bisa dapat lebih murah dari itu. Sedangkan untuk tiket pesawat murah ke Jepang menggunakan budget airlines LCC, kita bisa coba AirAsia Indonesia, kini tersedia penerbangan langsung Jakarta - Tokyo Narita yang bisa Anda beli untuk jadwal terbang mulai Mei 2018. Tarif tiket pp sekitar Rp 2,500,000 basic fare tanpa bagasi. Update rute ini telah berhenti operasi mulai 1 Oktober 2018. AirAsia X, penerbangan LCC tapi pakai pesawat wide-body, makanya bisa direct Kuala Lumpur ke Jepang. Ada 4 bandara yang dituju Tokyo Haneda, Tokyo Narita, Nagoya, dan Osaka. Update Desember 2022 Flight AirAsia X sudah beroperasi kembali. Menurut saya pilih saja mana yang lebih murah, karena jarak Osaka-Tokyo hanya sekitar 3 jam dengan Shinkansen, dan kalau punya Japan Rail Pass urusan transport bisa dibilang sudah beres. Scoot, transit Singapore, menuju Tokyo Narita. Tiket pp sekitar 4,5jt tanpa bagasi. 2023 Jetstar, perlu transit yaitu Singapore tujuan Osaka. Ada juga rute Singapore-Okinawa dan Fukuoka. Update 2023 penerbangan ke Jepang belum beroperasi kembali. Vietnam Airlines, yup gak salah, airlines ini kadang promo murah juga, coba cari yang start dari Kuala Lumpur. Cebu Pacific, transit via Manila. Untuk budget airlines, Anda tidak harus beli pulang pergi ke bandara yang sama. Gunakan metode ala open-jaw, jadi misalkan pergi Jakarta-Tokyo, pulangnya Osaka-Jakarta. Beberapa airlines punya penerbangan ke kota yang kurang populer seperti Fukuoka, Nagoya, Okinawa jadi bisa jadi opsi. Juga tidak harus pergi pulang pakai airlines yang sama, tergantung promo dan harga lah! Anda perlu riset jika tiba menjelang atau lewat tengah malam di Tokyo atau Osaka kalau pakai AirAsia. Jika penerbangan Anda ada delay, bisa jadi harus naik taksi untuk menuju pusat kota/hotel. Subway/kereta hanya beroperasi hingga tengah malam. Hotel Murah di Jepang Penginapan memang kadang menjadi biaya yang besar. Tapi kalau Anda pernah survive tinggal di Singapore yang mahal, saya pikir tidak akan kaget ke Jepang. Hotel di Osaka cenderung lebih murah dan kamarnya luas dibanding Tokyo. Sedangkan Kyoto harga hotelnya seasonal karena ini tempat wisata favorit baik orang lokal maupun turis. Hotel di Jepang mengadopsi model single. Jumlah orang akan menentukan harga hotel. Juga single bed room ukuran ranjang 120cm akan lebih murah dibanding ukuran ranjang 140 atau 160. Dan pastikan Anda melihat detil ukuran ranjang, tidur berdua di ranjang 120cm bisa jadi encok ; Untuk Tokyo, hotel budget yang bagus mulai dari sekitar Â¥7000 untuk single bed, dengan luas kamar sekitar 7-8m2. Budget hotel chain yang bisa Anda coba cari adalah MyStays, Daiwa Roynet, Toyoko-Inn. Kalau tidak mau repot, pakai search engine dari Tinggal pilih kota dan tanggal, lalu kita bisa filter by lokasi dan bintang hotel. Nanti akan saya bahas lebih detil mengenai memilih lokasi hotel di artikel masing-masing kota. Penginapan model Airbnb juga sangat populer dan banyak tersedia di Jepang. Penginapan ini biasa berupa apartemen orang yang disewakan. Ada yang hanya menyewakan kamar kosong, tapi lebih asyik dan kebanyakan menyewakan satu unit apartemen kosong mereka berupa 1 kamar studio atau unit 2 kamar. Kelebihannya adalah tersedia mesin cuci dan dapur untuk masak, juga sebagian host meminjamkan portable wifi router secara gratis. Tarif kamar mulai sekitar $50 per malam. Internet di Jepang Jaman sekarang kalau wisata tapi gak punya Internet berasa gimana gitu. Tenang, kalau masalah Internet dan wifi di Jepang, banyak tempat penyewaan wifi portable. Paling mudah adalah cari saat tiba di Narita atau Haneda Airport. Kalau mau aman karena kadang stok bisa kosong kita bisa pesan online dulu lalu kita ambil saat tiba di Airport Jepang seperti 4G Router dari Klook, praktis tinggal tentukan mau ambil di bandara yang mana Narita/Haneda/Osaka/Sapporo, pengembalian bisa di bandara lain. Ada juga yang model simcard prepaid, juga diambil saat tiba di bandara Jepang. Harga relatif murah jika Anda tidak banyak pakai data. Misalkan 3GB Data untuk 8 Days sekitar Rp 270rb dan 1GB Data utk 6 Days Rp 130rb, silakan cek di SIM Card Jepang Klook. Ada penawaran khusus SIM Card Jepang gratis oleh WAmazing, yup bener gratis dan kuota dibatasi hanya 500MB bisa bayar topup jika kurang, cocok buat komunikasi anggota keluarga misalkan whatsapp atau browsing sederhana. Anda harus install aplikasi nya, juga sim card diambil saat tiba di airport Narita/Haneda melalui vending machine. Saya sudah coba dan it works, hanya.. ya ada 'tapi'nya, kita harus install profile kalau di iOS untuk mengaktifkan SIM Card ini, dimana berarti traffic Internet kita akan bisa di-monitor. Kalau berharap wifi gratis? Ada juga walaupun perlu sedikit effort. Download iOS/Android app yang namanya Navitime Japan Travel, lalu di dalam ada menu untuk sign-up free wifi dari NTT Japan dan FREESPOT. Wifi NTT bertebaran di kota besar, terutama di dalam stasiun subway. Budget Ngomong masalah duit menurut saya cukup sulit. Tiap orang punya gaya hidup sendiri-sendiri. Pastikan aja Anda hidup moderat, sekali makan kalau murah ala bento dan ramen adalah Â¥400-500. Kalau mau sushi yah hitung piring dan warna-nya. Transportasi sehari anggap saja Â¥400-800, diluar kereta antar kota dan tiket tempat wisata. Selebihnya silakan dihitung sesuai jumlah hari. Yang cukup mahal adalah jika kita beli tiket Shinkansen baik point-to-point misalkan Â¥13000 satu arah Tokyo-Osaka atau beli JR Rail Pass sekalian Â¥27000 untuk 7 hari. Nanti saya bahas mengenai ini di halaman tersendiri. Apakah bisa wisata hemat ke Jepang? Bisa! makan dan hotel menurut saya tidaklah luar biasa mahal. Dibanding Singapore atau Hong Kong, hotel di Jepang cenderung lebih murah di luar peak season seperti awal musim sakura dan musim gugur. Silakan refer ke artikel untuk menghitung budget wisata hemat ke Jepang untuk estimasi dan breakdown pengeluaran. Transportasi Setiap kota besar Tokyo, Osaka, Kyoto, Nagoya, Osaka, Hokkaido, Hakodate, Kobe, dsb sudah mempunyai jaringan transportasi dalam kota yang lengkap yang bisa dipakai turis. Biasa moda transportasi utama adalah kereta subway/mrt. Di Hakodate adanya street car semacam tram. Sedangkan antar kota kita akan banyak memakai kereta cepat hingga Shinkansen. Saya sarankan untuk memakai kereta untuk kemana-mana, praktis dan tepat waktu. Silakan refer ke artikel saya transportasi antar kota di Jepang, di situ dijelaskan lengkap cara beli tiket kereta Jepang termasuk penjelasan tentang Japan Rail Pass. Untuk rute jarak jauh misalkan Tokyo ke Sapporo atau ke Okinawa baru pertimbangkan untuk membeli tiket pesawat. Nah tiket domestik sebaiknya jangan cari-cari di travel langganan Anda atau OTA Indonesia. Ini ada harga khusus buat turis yang mungkin Anda tidak dapatkan lewat agent. Pesawat domestik Air Nippon Airways ANA dan Japan Airlines JAL mempunyai tarif khusus bagi turis Â¥5500-Â¥13000 flat rate untuk rute domestik Jepang ke mana pun. Baca penjelasan dan syaratnya di ANA Experience Japan Fare dan JAL Japan Explorer Pass. Keduanya adalah maskapai full service makan dan bagasi sudah included. Pesawat Low Cost Carrier domestik juga cukup banyak di Jepang, tapi yang bisa kita booking online adalah Jetstar Japan, Skymark Air - ini pesawat dgn dekorasi Pikachu, dan Peach Air. Rata-rata tarifnya berkisar Â¥3000 contohnya Tokyo-Okinawa hingga Â¥8000 Tokyo-Sapporo satu arah. Untuk LCC masing-masing punya syarat yang sangat ketat terutama di timbangan bagasi dan jumlah piece, pastikan Anda baca dengan detil sebelum beli. Ready... Silakan lanjut ke artikel khusus tempat wisata di Tokyo.

pengalaman jalan jalan ke jepang