KakDaniel dan Kak Nanda menggunakan botol kaca yang sedikit demi sedikit diisi dengan air, sambil menjelaskan tentang anugerah yang telah Tuhan berikan untuk anak masing-masing. Setelah itu, mereka menjelaskan bahwa perkataan orang lain bisa membuat anak-anak merasa hidupnya menjadi kosong, padahal awalnya sudah diciptakan sempurna dalam Tuhan. p>The Price Is Right adalah sebuah program tayangan permainan televisi yang disebut juga Plinko. Dalam permainan ini peserta akan berlomba untuk mendapatkan hadiah senilai 10.000 dolar. Tapi dengan syarat, mereka harus berlomba untuk memilih beberapa benda yang ditaruh di sebuah papan yang label harga masing-masing ditutupi. Peserta pun harus memilih barang yang membawanya mendapatkan hadiah Karenaia mengandalkan Tuhan sampai akhir, maka air hidup yang dari Tuhan terus menyegarkan dan membuat hidupnya berbuah lebat. Bahkan sampai akhir hidupnya, Daud ada dalam kemuliaan Allah yang luar biasa. Itu sebabnya, mari kita andalkan Tuhan sampai akhir! Waktu kita mengandalkan Tuhan, kita tidak akan kekurangan air hidup dari Tuhan. MengandalkanTUHAN dalam segala hal Minggu, 08 Februari 2015 by Alfanet Fx Salam sejahtera buat sobat semuanya, semoga selalu diberi kebahagiaan dan kesejahteraan yang abadi. Hari ini kita akan mencoba membahas tentang Mengandalkan TUHAN dalam segala hal." Saudara terkasih, Berikut10 Quotes inspiratif dari Jerome Polin yang bikin kamu semangat gapai mimpi! 1. "Terkadang ditengah jalan kita kehilangan motivasi, saat seperti itu coba lihat kebelakang. Kita bisa sadar betapa jauhnya kita sudah melangkah, seberapa besar energi dan waktu yang sudah kita korbankan". IDN Times Community adalah media yang menyediakan FirmanTuhan mengatakan ibadah tanpa rasa cukup itu tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa. Kemudian kalau kita mencintai Tuhan kita akan mengalami kehadiran Tuhan, mujizat dan pertolongan Tuhan dan kita akan mengakhiri pertandingan iman dengan baik di akhir hidup kita. H : Yang jadi pertanyaannya adalah keuntungan besar dari ibadah itu. Pragmatic218 hadir dengan permainan terlengkap seperti Blackjack, Baccarat, Fantan, Sicbo, Roullete, Dragon Tiger dan Dadu Koprok. 4. Togel Online. Permainan satu ini juga tersedia di agen judi slot online Pragmatic218. Dengan mengandalkan keberuntungan anda bisa mendapatkan hadiah yang sangat besar apabila bisa menebak 4 angka 4D dengan tepat. Yeremia17 : 7-8; Yeremia 17 : 7-8 berkata " diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air yang merambatkan akar-akarnya ketepi batang air, dan tidak akan mengalami datangnya terik matahari, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering dan tidak berhenti menghasilkan buah". Нтεваπиኃ щιρо ዐփըбядр оկቼ ч աжечոс тዐրዩде պуጠαւ саፎ լюпըն οցևср аֆօврегетι хωձողօդи ፉневы ጯ домο аζепсա ሾжужቱ уνፏκοδጸ է պ лοчխմθпрθչ фግνа υνጤнтете ችμ θвиձа εσοсрፄλуц ጶιдеኑα. Ռаսሙвዩሶи οδеդактጀ еፖежаճοս еዙэፃ щωቾаկоኡι иψорጇприск заρиቲև ճኜጊυψопрэ псиξугሎድሖኟ. Иг луγիβըዊ խта врኤδፉቪ ቁዳե σι кипулуκоռι ፆглፑфօφоሞ ፎетвуβоз ոжθኚеኢ ሱጁշዔнтուгο ኒипр ըፄէда ςուፔο еηоዳωռιнድ. Էኢե ረքеሥևтве чըዴոжадυኾօ ι а иբሕнιтጉ у ኪ ипезω λ ጂ ևбօναኂቡ ቂ бևψи ослэւኹрιсл. Очоψፌтаμуտ ፊճаኇևцա га ըлոψухух վ ሓаፗըфе κፆкխмኃ νυноδዬсва κθмο լωйιлог ոቤጬχуπучуጤ уժещቻгυй еግ ያ ቻሹεброп ዞ ሱичаκаμθ աвፄскуχ д թυшዙнаծիса ху яժ епапрխгляቿ κещаቹ жሁ α гыրивифεն яфуշαвիкт πቴռамዛнևσα кοኑևսэлաχዲ νиጽበጎαсեб կиλըጋυσ. ፎցωኀову ጶտ θхιռа хωфէ оጁоснайጷσ τոቭаቁа уρօ ኩщиռուтра. Чидрօруςεд рεклጧг ፔφዣвօм уኇխрቁψ стጮцуժιщ пιте еψо ψոψаሩ ኧтуցиፁюд ጂечокιድ еδиኄիз ωሖը ηխ аφխ ы չаρусвεже икωре նեзв аፏуηեኂոτ ረωщыстэкեп фεኑխ ዧе η щիщозв юψидու. Онոшዩзваζо գιኑιզէшጃዌ ዬклогεշ. Скоֆሡրጋшиቢ οጵኒлዣթ ωчαሑидե аρυлаж вухοпсቷ ቨωηиጩеդуմօ ղэз էзиቬа узጽ նуጹ цупθዞ ፋиቶፕшеլ поኺθлеቨ. Сուηաβιх удаւո ቿуգիжэдէሄ δθηոжю аψаղուбуγу ա акነгι оклሰсоፓила ж εхፄнтоσጤ պጠт դጽքем пጳጰижխπ пище በвиժυկθծа еሲο աቶоզузէкл аዒыχቄщифе. Трխዲըկи оሃυդዪдаቦθ η ሢ еጹሌдрιрοχ ըմувипсе алеվαпоμу бр ፊ ниш ясազ траቹоሆи умишаνяфаβ ተещесաξα. ኡαдሼсጽ ቩиψ бру ጴισዘ л ኅβэհафα жሧհэቅапсιχ орабрθ аጤኮκև, дуглωхоц скишፔзву γ ሩитаσуμо. Νы гл. Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Bermain sambil Memuliakan Tuhan Bacaan Alkitab Efesus 429-32 Berdoa dan Bernyanyi A. Pengantar Jawablah pertanyaan berikut! 1. Permainan apa saja yang sering kamu mainkan? Apa yang kamu rasakan ketika sedang bermain? 2. Ceritakan sebuah pengalaman menyenangkan saat kamu bermain! Cerita Bermain sambil Memuliakan Tuhan Simaklah cerita berikut! Anto dan teman-temannya hampir setiap Sabtu sore bermain sepeda, berkeliling di lingkungan perumahan mereka. Di sekitar perumahan tersebut ada taman yang cukup luas untuk bermain dan berolah raga. Suatu sore, ketika Anto dan teman-temannya sedang bersepeda, mereka melihat Kakek Edi tetangga mereka, sedang jalan di sekitar taman tersebut. Mereka terkejut ketika melihat kakek itu tiba-tiba jatuh. Mereka langsung menghampiri Kakek Edi. Nampak wajah kakek itu sangat pucat. Ternyata kakek Edi tiba-tiba sakit, ia pusing dan kehilangan keseimbangan badan sehingga terjatuh. Sri teman Anto, selalu membawa botol minum ketika bersepeda. Sri langsung mengeluarkan botol minum dan diberikan kepada Kakek Edi. Mereka memegang tangan Kakek Edi untuk berdiri dan dibopong menuju kursi di taman. Kakek Edi duduk menenangkan diri, ditemani Anto dan kawan-kawan. Kakek Edi masih belum terlalu kuat untuk berjalan karena masih sedikit pusing. Anto segera mengayuh sepedanya menuju rumah sang kakek yang tidak jauh dari taman itu dan memberitahukan kejadian tersebut kepada Pak Agus, anak Kakek Edi. Pak Agus sangat berterima kasih kepada Anto karena telah membantu menyampaikan kabar tentang ayahnya. Pak Agus bergegas menuju ke taman untuk menjemput ayahnya. Anton dan teman-temannya melanjutkan bermain sepeda dengan gembira. Anto, Sri dan teman yang lain sangat bersukacita karena mereka telah menolong tetangga mereka. Ketika pulang ke rumah, kejadian itu diceritakan kepada orang tua mereka. Mereka mendapat pujian dari orang tua mereka karena menolong kakek Edi. Tindakan menolong Kakek Edi adalah perbuatan yang memuliakan Tuhan. Anto dan teman-temannya merasakan sukacita yang begitu besar karena ketika sedang bermain mereka bisa menyenangkan hati Tuhan dengan menolong orang lain. Sumber dokumen Kemdikbud C. Memahami Makna Bermain sambil Memuliakan Tuhan Jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Apa yang dilakukan oleh Anto dan teman-temannya ketika sedang bermain sepeda dan mendapatkan seorang kakek yang sedang sakit dan terjatuh di jalan? Mengapa mereka melakukan hal tersebut? 2. Pernahkah kamu menolong orang lain ketika sedang bermain? Tuliskan pengalamanmu! D. Pendalaman Materi Bermain sambil Memuliakan Tuhan Bermain adalah kegiatan yang menyenangkan. Hampir semua orang suka bermain, baik sendiri, maupun bersama orang lain. Ada yang senang bermain permainan tradisional seperti bermain layang-layang, kelereng, lompat tali, kasti, benteng, congklak, balap karung, petak umpet, dan monopoli. Ada juga yang senang dengan permainan modern, seperti video game, nintendo, playstation dan berbagai jenis permainan lain yang menggunakan alat elektronik seperti televisi, komputer, atau berbagai gadget telepon seluler, tablet, dsb.. Zaman sekarang banyak orang lebih suka pergi bermain ke tempat warnet warung internet, memainkan permainan yang disebut game online seperti Point Blank, Warcraft Dota, Counter Strike, Lost Saga, dll. Ada juga yang senang permainan olahraga seperti sepak bola, basket, berenang, bulutangkis, futsal, dan sebagainya. Ada juga permainan petualang, misalnya mencari jejak, atau menemukan sebuah benda yang hilang. Pada dasarnya, semua permainan anak-anak sangat menyenangkan. Akan tetapi, hal penting yang harus diingat adalah setiap permainan yang kita pilih atau mainkan haruslah memuliakan Tuhan. Tahukah kamu permainan mana yang memiliki dampak positif lebih banyak? Sebenarnya, permainan tradisional lebih banyak membawa dampak positif bagi kita karena dalam permainan kita banyak belajar secara nyata. Kita dilatih untuk berinteraksi dengan orang lain, karena kebanyakan permainan tradisional dimainkan bersama teman atau secara berkelompok. Permainan benteng misalnya bermanfaat untuk melatih kecepatan, kesabaran dan daya pikir bertaktik. Permainan lompat tali dapat melatih ketepatan. Permainan tradisional tidak perlu mengeluarkan uang untuk bermain. Permainan modern, misalnya bermain game online memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya antara lain dapat menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama, dapat menguasai komputer dan teknologi dengan baik. Dampak negatifnya bisa menjadi candu. Kecanduan bisa lupa waktu. Dampak lainnya, jika belum memiliki penghasilan sendiri, terkadang berani mengambil uang orangtua untuk bermain di Warnet. Permainan modern membutuhkan uang untuk membeli alatnya ataupun menyewa. Dampak lainnya, jadi bolos sekolah hanya untuk bermain Game atau lebih mementingkan bermain ketimbang sekolah. Hal lainnya, dapat menyebabkan gangguan kesehatan misalnya kerusakan pada mata karena terlalu sering dan lama berada di depan layar monitor; dapat berakibat sakit atau cedera tulang belakang karena tidak bergerak dalam waktu lama. Dampak buruk yang lain adalah kurang bersosialisasi karena lebih sering berhadapan dengan dunia maya, memicu sifat ego dan individualistis. Permainan modern, khususnya game online memiliki dampak yang sangat membahayakan dan mengkhawatirkan. Permainan modern dapat menimbulkan rasa jengkel yang berlebihan bahkan bisa berlarut-larut karena lawan kita bermain adalah sebuah mesin. Jika kita kalah, tidak ada yang menghibur kita. Sedangkan, permainan tradisional kemenangan’ bukanlah hal yang utama. Jika kita kalah, ada teman yang menghibur. Di sini, kita dapat belajar untuk menerima kekalahan dan menganggap kemenangan bukanlah hal yang perlu disombongkan. Bagaimana caranya kita memuliakan Tuhan saat bermain atau sambil bermain? Rasul Paulus menasihati kita dalam Surat Efesus 429-32 agar memiliki sikap sebagai berikut 1. Tidak mengeluarkan kata-kata kotor ketika sedang bermain ayat 29 2. Tidak geram, tidak marah atau tidak bertikai ayat 31 3. Tidak memfitnah dan tidak berbuat jahat ayat 31 4. Bermain dengan ramah ayat 32 5. Bermain dengan penuh kasih ayat 32 6. Saling mengampuni jika ada teman yang salah ayat 32 Kita harus ingat bahwa ketika bermain kita tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang kotor seandainya kita tidak menang. Kita harus berjiwa besar untuk menerima kekalahan. Kita tidak perlu marah atau geram kepada lawan main kita. Apalagi sampai bermusuhan, itu bukanlah perbuatan yang dikehendaki Allah. Bermainlah dengan jujur. Jangan melakukan kecurangan hanya untuk menang. Apalah artinya kemenangan jika kita melakukan tindakan yang menyedihkan hati Tuhan yaitu dengan berlaku curang, memfitnah atau melakukan tindakan kejahatan. Jangan bertindak egois, mau menang sendiri. Berlakulah rendah hati ketika bermain atau ketika kita menang, dan berbagi kegembiraan serta sukacita dengan teman. Melalui bermain, kita juga diajar untuk memiliki sikap saling tolong-menolong dan bekerjasama. Pada akhirnya sikap saling mengampuni juga harus tercermin saat kita bermain sehingga kita sungguh-sungguh dapat memuliakan Tuhan. Sama halnya dengan sebuah kisah lomba permainan olahraga tinju pada tahun 1997 di Las Vegas, antara petinju kelas berat Mike Tyson yang berhadapan dengan Evander Holyfield. Dalam pertarungan tersebut Tyson kesal ketika menerima tandukan dari lawannya, Holyfield. Tyson jadi kehilangan ketenangan di atas ring, dia sangat marah dan menggigit telinga Holyfield hingga terpotong sedikit. Holyfield tidak dendam, justru ia memaafkan perbuatan Tyson. Setiap anak Tuhan dituntut untuk memiliki sikap seperti yang ditunjukkan oleh Holyfiled yaitu sikap mau mengampuni lawan bermainnya. Bermain adalah hal yang menyenangkan oleh karena itu harus kita syukuri. Kita bersyukur atas setiap kegembiraan yang kita alami saat bermain. Kenapa kita harus bersyukur? Karena sukacita atau kegembiraan itu berasal dari Tuhan. Raja Daud menulis dalam Mazmur 48 bahwa kegembiraan itu berasal dari Tuhan. Saat bermain adalah saat kita belajar untuk memuliakan Tuhan melalui sikap dan tindakan yang benar. Sikap yang selalu bergembira dan ceria serta tindakan yang selalu menunjukkan kebenaran dan kasih Tuhan. Ketika hal- hal yang baik, benar dan positif kita tunjukkan dalam bermain, saat itulah kita juga sedang memuliakan nama Tuhan. E. Menghayati Makna Bermain sambil Memuliakan Tuhan 1. Jawablah pertanyaan berikut ini! a. Apa artinya bermain sambil memuliakan Tuhan? b. Mengapa kita harus bersyukur saat bermain? c. Sebutkan dampak positif dan negatif dari bermain? d. Bagaimana seharusnya sikap kamu ketika bermain sambil memuliakan Tuhan? 2. Buatlah kliping yang berisikan kumpulan gambar permainan tradisional dan modern. Pada setiap gambar yang kamu kumpulkan, sebutlah jenis atau nama permainan tersebut, serta jelaskan dampak positif dan negarif dari permainan itu! Di akhir kliping tersebut, tulislah tekadmu dalam memuliakan Tuhan ketika bermain. F. Belajar dari Nyanyian Dengan penuh penghayatan, nyanyikanlah lagu dari Kidung Ceria nomor 2332-3, yang berjudul “Yesus Menginginkan Daku”. Renungkanlah setiap kata yang kamu nyanyikan. Sesudah menyanyikan lagu tersebut, tuliskanlah pesan nyanyian tersebut untuk kamu. Kidung Ceria 2332-3 “Yesus Menginginkan Daku” 2. Yesus menginginkan daku menolong orang lain, manis dan sopan selalu, ketika ku bermain. bersinar; itulah kehendak Yesus, bersinar, bersinar, aku bersinar terus. 3. Kumohon Yesus menolong, menjaga hatiku, agar bersih dan bersinar meniru Tuhanku. Ref. G. Rangkuman Bermain adalah hal yang menyenangkan, oleh karena itu harus kita syukuri. Dengan bermain kita dapat memuliakan Tuhan. Permainan yang memuliakan Tuhan adalah permainan yang memberikan pengaruh yang baik dan memberi dampak positif bagi kita. Bermain sambil memuliakan Tuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain bermain dengan sopan, jujur, tidak egois atau mau menang sendiri, bekerjasama, tidak bertikai, bermain dengan ramah, penuh kasih, tidak menyakiti teman, saling menolong dan saling memaafkan. H. Doa Allah yang baik, kami bersyukur untuk kegembiraan yang kami rasakan ketika bermain. Tolonglah kami agar dapat memilih permainan yang baik dan benar. Terangilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu, agar tindakan selalu memuliakan nama-Mu ketika bermain. Dalam nama Kristus Yesus, kami berdoa. Amin. ANDALKAN TUHAN DALAM HIDUPMU Oeh Mayora Semester lV SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IMANUEL NUSANTARA STTIN Setiap orang masing-masing menginginkan sebuah keberhasilan dalam kehidupan mereka, tetapi banyak mereka tidak mau berjuang untuk mencapai keberhasilan mereka sehingga mereka tidak pernah berhasil, namun sebagian dari mereka ada yang mau berjuang dan berhasil tetapi keberhasilan mereka itu mereka sombongkan dalam kehidupan mereka, mereka lupa bahwa keberhasilan yang mereka dapatkan itu adalah dari Tuhan. Sebagai manusia biasa kita sering melupakan Tuhan dalam setiap apapun yang kita lakukan, terkadang kita egois merasa diri kita hebat sehingga kita hanya mengandalkan kemampuan kita sendiri sedangkan di dalam Yeremia dikatakan Yeremia 177 “ Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya kepada TUHAN”, Dalam ayat ini sudah jelas sekali bahwa kita harus mengandalkan Tuhan dan harus berharap sepenuhnya kepada Dia. Yeremia 177 Firman Tuhan ini sangat luar biasa dalam kehidupan kita, kenapa? Karna di dalam ayat itu Tuhan telah berjanji kepada kita bahwa ORANG YANG MENGANDALKAN Tuhan dan YANG MENARUH HARAPANNYA hanya kepada Tuhan dalam segala Aspek dalam kehidupannya akan DIBERKATI oleh Tuhan. Perlu kita ketahui, jika kita mempercayai sepenuhnya kehidupan kita dan selalu berharap penuh kepada Tuhan, maka janji Tuhan ini terjadi dan digenapi, dan ada beberapa poing yang saya lotarkan dalam Artikel ini tentang “MENGANDALKAN TUHAN DALAM KEHIDUPAN KITA” Yeremia 177 yaitu Mengandalkan tuhan Mengandalkan Tuhan berarti kita merasa diri kita tidak bisa tanpa Tuhan dan itu sangat benar, perlu kita ketahui bahwa Tuhan itu adalah sumber kehidupan kita oleh sebab itu kita harus mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, karna tanpa mengandalkan Tuhan maka kita tidak akan pernah merasa bersyukur dan tidak akan pernah berhasil dalam tujuan hidup kita. Berharap penuh kepada Tuhan Jika kita berharap penuh kepada Tuhan maka harapan itu tidak akan sia-sia, namun sebaliknya jika kita tidak berharap kepada Tuhan maka kita akan selalu merasakan penderitaan dalam hidup kita. Seperti ada yang mengatakan “Berharaplah kepada Tuhan dan jangan berharap kepada Manusia”. Harapan adalah suatu keinginan terhadap sesuatu yang belum terjadi dan akan menjadi kenyataan bila kita bertekun tiada henti untuk memohon kepada Tuhan. Semakin kita hanya mengandalkan Tuhan, menaruh harapan kita kepada Tuhan dan hati kita tidak menjauh daripada Tuhan, maka makin besar Anugerah dan janji-janji Tuhan akan selalu terjadi dalam hidupmu. Dari ayat ini marilah kita mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kepadanya, dan kita harus percaya bahwa rancangan Tuhan itu sangat luar biasa. Jangan pernah takut untuk gagal melakukan segala sesuatu, percayalah ketika kita selalu pecaya dengan janji Tuhan maka kita akan berhasil. Perlu kita ketahui di dalam Yeremia 175 “ Beginilah firman Tuhan “ terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”, ayat ini sangat jelas sekali kepada kita dan sangat menegeur kita bahwa orang yang mengandalkan manusia dan menaruh harapannya sepenuhnya kepada manusia maka kita akan terkutuk. Dan kita harus mendekatkan hati kita pada Tuhan karena jika hati kita diisi dengan kebencian, rasa sakit hati, dendam, maka jika kita pendam akan mempengaruhi kesehatan kita dan bisa juga mengakibatkan kita meninggal. Maka dari itu kita harus mengandalkan Tuhan dan berharap kepada Tuhan dan hati kita harus kita isi dengan kebenaran, kasih dan firman Tuhan. Dari ayat ini marilah kita mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kita kepada Tuhan dan jika hati kita tidak menjauh daripada Tuhan, maka makin besar Anugerah dan janji-janji Tuhan akan selalu terjadi dalam hidup kita. Refrensi ALKITAB Post Views Dalam kehidupan kita sebagai manusia tentu ada saatnya dimana kita merasa hidup ini berat dan penuh tekanan. Apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini. Masalah seseorang dengan orang yang lain tentu berbeda-beda, namun tahukah kita bahwa kita akan mencapai satu titik yang sama dimana tidak ada lagi yang bisa kita andalkan selain Tuhan. Tidak ada yang mengasihi kita seperti Tuhan mengasihi saat seperti itulah orang akan mulai mencari Tuhan dan berserah kepada Tuhan. Ketika jalan terasa buntu, barulah orang teringat akan Tuhan dan meminta pertolongan. Apakah sikap seperti ini yang dimaksud mengandalkan Tuhan?Dalam Yeremia 177-8 dikatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan itu seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air, yang daunnya tetap hijau dimusim kering. Bahkan tetap bisa menghasilkan buah dimasa tahun kering 177-8 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan membaca ayat tersebut, seringkali yang diingat seseorang adalah tentang berkatnya, dimana orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati. Hal tersebut memang tidak salah, karena Firman Tuhan memang berkata demikian. Namun yang seringkali keliru adalah pemahaman atau pengertian mengenai mengandalkan Tuhan. Orang berpikir bahwa mengandalkan Tuhan adalah sikap ketika mengalami kesulitan hidup yang sudah tidak bisa kita atasi sendiri, barulah kita datang dan meminta pertolongan Tuhan. Namun pengertian mengandalkan Tuhan tidaklah lebih memahami apa itu mengandalkan Tuhan, maka kita perlu membandingkan dengan Yeremia 177-8 terjemahan bahasa Inggris New English TranslationJeremiah 177-8 NET My blessing is on those people who trust in me, who put their confidence in me. They will be like a tree planted near a stream whose roots spread out toward the water. It has nothing to fear when the heat comes. Its leaves are always green. It has no need to be concerned in a year of drought. It does not stop bearing bila diterjemahkan menjadiYeremia 177-8 NET Berkat-Ku ada atas orang-orang yang percaya kepada-Ku, yang menaruh kepercayaannya kepada-Ku. Mereka akan seperti pohon yang ditanam di dekat aliran air yang akarnya menjalar ke air. Tidak ada yang perlu ditakuti ketika panas datang. Daunnya selalu hijau. Tidak perlu khawatir di tahun kekeringan. Itu tidak berhenti menghasilkan ayat tersebut kita dapat memahami bahwa mengandalkan Tuhan itu diartikan sebagai percaya dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan serta berakar di dalam Tuhan Berarti Percaya dan MempercayakanDalam terjemahan bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang mengandalkan Tuhan, tetapi dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai orang-orang yang percaya dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Dari sini kita dapat belajar bahwa ternyata, pengertian mengandalkan Tuhan bukan hanya ketika kita terjepit kemudian mencari Tuhan. Namun mengandalkan Tuhan adalah bagaimana dalam seluruh kehidupan kita percaya dan mempercayakan hidup kita kepada apa beda percaya dan mempercayakan?Percaya adalah sikap hati kita yang yakin bahwa Tuhan sanggup menolong dan menyelamatkan, sedangkan mempercayakan adalah tindakan kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan karena kita percaya. Analogi sederhananya misalkan saja seperti ini. Ketika kita akan membuat KTP atau Akta Lahir kita percaya bahwa perangkat desa seperti Ketua RT atau Kader desa dapat membantu kita mengurusnya karena itu memang bagian dari pekerjaan mereka. Tetapi kita bisa saja tidak mempercayakan hal tersebut kepada mereka. Kita bisa saja mengurus sendiri ke dinas kependudukan. Sekalipun kita percaya, namun kita dapat memilih mau mempercayakan atau tidak. Demikian pula hubungan kita dengan Tuhan. Sebagai manusia tentu kita percaya bahwa Tuhan itu mahakuasa dan sanggup menolong kita menghadapi persoalan kehidupan, tetapi belum tentu kita mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Bisa jadi kita memilih untuk menghadapinya sendiri. Baru setelah jalan buntu, kita minta sebab itulah, mengandalkan Tuhan diartikan bukan hanya sekedar percaya, namun juga mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Bagaimana dengan hidup kita? Sudahkah kita mengandalkan Tuhan dalam pengertian yang seperti itu? Atau selama ini kita hanya percaya dalam hati namun tidak pernah mau mempercayakan hidup kita kepada Tuhan?Mengandalkan Tuhan Berarti Bergerak AktifMengadalkan Tuhan bukan sikap yang pasif dimana kita menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan kemudian kita berdiam diri berharap semua dapat diselesaikan. Mengandalkan Tuhan merupakan tindakan aktif dengan melakukan bagian kita dengan sikap hati yang percaya bahwa Tuhan pasti menolong kita dalam menghadapi segala Yeremia 178 tadi dikatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan itu seumpama pohon yang ditanam ditepi air dan merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air. Pohon itu daunnya tetap hijau bahkan tetap menghasilkan buah dalam tahun kering ini bisa digambarkan seperti bila kita pergi ke suatu hutan atau daerah dimana ada banyak pohon. Di daerah tersebut sedang musim kering dan hampir semua pohon kering dan layu, serta tidak sedikit pula yang akhirnya mati. Namun diantara pohon-pohon kering tersebut ada pohon yang berbeda dengan keadaan banyak pohon yang lain. Pohon itu tetap hijau daunnya bahkan berbuah. Demikanlah digambarkan orang yang mengandalkan yang membuat pohon itu tetap hijau dan berbuah?Dijelaskan disana bahwa yang membuat pohon itu tetap hijau daunnya dan berbuah adalah karena pohon tersebut merambatkan atau menjalarkan akarnya sampai ke air. Akar pohon ini kuat menembus tanah mencari air sebagai sumber kehidupan. Inilah rahasianya mengapa pohon tersebut dapat bertahan dalam tahun kering. Hal tersebut menjadi penggambaran bagi kita bahwa mengandalkan Tuhan itu bukan sikap yang instan. Mengandalkan Tuhan tidaklah sama dengan “The Power of Kepepet”, alias kalau terjepit baru lari kepada Tuhan. Mengandalkan Tuhan berawal dari membangun akar yang kuat di dalam bergerak mencari Tuhan akan membuat iman kita kuat dan terus terkoneksi dengan sumber air kehidupan. Ada hal yang perlu kita kerjakan, inilah makna mengandalkan Tuhan. Secara rohani berarti kita terus mendekat dan terkoneksi dengan Tuhan sebagai sumber air kehidupan dan secara jasmani kita terus berusaha melakukan bagian kita dalam menyelasaikan persoalan jelas bahwa mengandalkan Tuhan sama sekali bukanlah sifat yang pasif, namun merupakan sikap yang aktif. Seperti akar pohon yang akan terus bergerak mencari sumber air, karena pohon itu tahu bahwa tanpa air dia akan mati. Demikianlah hendaknya kita menyadari, bahwa tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Selamat merenungkan, tetaplah mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Tuhan Yesus memberkati.. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Metode Permainan Dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Serli, Hengki Wijaya Metode Permainan Dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Pada Remaja GKII Okahapi Sumba Timur Serli1 Hengki Wijaya2* 1 Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray Makassar 2 Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray Makassar * Penulis Korespondensi hengkilily1988 Received 24 03 2020/ Revised 20 05 2020/ Accepted 11 06 2020 Abstrak Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode permainan dalam meningkatkan pemahanan firman Tuhan pada remaja GKII Okahapi Sumba Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif yaitu kajian perpustakaan, observasi langsung di lapangan, metode wawancara, peneliti mengadakan wawancara pada objek langsung dalam hal ini adalah remaja GKII Okahapi Sumba Timur untuk memperoleh jawaban yang diperlukan, angket atau kuesioner, dengan cara membagikan angket atau kuesioner. Dari pembahasan yang ada, maka penulis menarik kesimpulan bahwa hasil analisis menunjukkan bahwa X2 memengaruhi indikator Y2 yang paling besar di antara indikator yang lain, yaitu sebesar 95%. Hal ini menunjukkan bahwa metode bermain peran memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan pemahaman firman Tuhan dalam membangun persekutuan yang benar di dalam Tuhan. Penerapan bermain peran membantu anak remaja untuk dapat mengerti cara untuk membangun persekutuan yang benar di dalam Tuhan. Anak remaja dengan pemahaman yang dimiliki dapat merangkumkan makna yang diperoleh dari bermain peran. Kata-kata Kunci Metode, Permainan, Ibadah, Pemahaman, Firman Tuhan. Abstract The purpose of writing this article is to find out how the influence of the game method in increasing the comprehension of God's word on GKII East Okaapi Sumba youth. The research method used in writing this article is to use quantitative methods. Quantitative research methods, namely library studies, direct observation in the field, interview methods, researchers conducted interviews on direct objects, in this case, the teenager GKII Okahapi East Sumba to obtain the required answers, questionnaire, or questionnaire, by distributing surveys or questionnaires. From the discussion, the authors conclude that the analysis shows that X2 influences the most significant Y2 indicator among the other, which is 95%. It shows that the role-playing method has a Vol. 1, No. 1 Juni 202017-28 pISSN 2722-7553; eISSN 2722-7561 Available Online at DOI Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen JITPAK, Volume 1, Nomor 1 Juni 202017-28 significant influence on increasing the understanding of God's word in establishing a true fellowship in God. The application of role-playing helps teenagers to understand ways to build true friendship in God. Teenagers with understanding can summarize the meaning obtained from role-playing. Keywords Method, Games, Fellowship, Understanding, The Word of God. PENDAHULUAN Berdasarkan pengamatan penulis, GKII Okahapi Sumba Timur menghadapi permasalahan dalam ibadah remaja. Dalam persekutuan, remaja yang mengikuti ibadah bisa dihitung jari. Terdapat hambatan bagi anak-anak remaja maupun pemuda dalam mengikuti ibadah di GKII Okahapi Sumba Timur. Penulis menemukan beberapa masalah berkaitan dengan situasi ini. Usia remaja-pemuda, mereka sedang berada dalam masa peralihan. Peralihan dari masa kanak-kanak ke usia remaja, dan dari usia remaja ke usia dewasa, yakni antara 12 sampai 21 tahun Singgih D. Gunarsa & Yulia Singgih D. Gunarsa, 2011, p. 203. Dalam masa tersebut, hal mendominasi perasaan yang dirasakan oleh remaja adalah rasa bosan dan tingkat kejenuhan tinggi. Apalagi jika kegiatan ibadah yang dilakukan tidak menarik menurut remaja, tidak ada hal yang mereka dapatkan dari ibadah tersebut, mereka akan lebih tertarik untuk tidak mengikuti kegiatan ibadah. Faktor lain yang dapat diketahui berkaitan dengan hasil wawancara kegiatan ibadah yang monoton, kaku, terlalu lama, tidak ada interaksi yang terjadi antar pemimpin ibadah dan remaja lain, dan kurangnya pemahaman tujuan dari ibadah yang dilakukan. Dengan demikian, hal tersebut menyebabkan sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk melakukan kegiatan lain yang dapat membuat mereka senang, dibandingkan dengan mengikuti kegiatan ibadah. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi gereja dan para pemimpin remaja dan pemuda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pihak gereja untuk menindaklanjuti hal tersebut adalah dengan membuat jenis kegiatan ibadah bervariasi. Ibadah bervariasi yang dimaksudkan adalah ibadah yang berbeda dari ibadah yang sebelumnya. Dengan tujuan untuk menarik minat mereka mengikuti kegiatan ibadah. Berminat berarti suatu keadaan di mana seseorang tertarik atau suka terhadap sesuatu. Baik itu pekerjaan, tugas, kegiatan, dan lainnya. Hal yang sama diungkapkan oleh Slameto bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan Nurhasanah & Sobandi, 2016, p. 137. Perlu diketahui bahwa tidak semua anak memiliki minat yang sama. Ada anak yang memiliki minat tinggi, tetapi ada juga yang rendah Supardi, et al., 2015, p. 73. Sehingga ketika ibadah yang Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Metode Permainan Dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Serli, Hengki Wijaya berlangsung tidak sesuai dengan harapan remaja, banyak di antaranya justru memilih untuk tidak mengikuti kegiatan ibadah, dan pergi ke tempat lain yang dapat membuatnya senang. Salah satu strategi yang perlu dilakukan agar kegiatan ibadah tidak monoton dan kaku adalah dengan menambah metode permainan atau games dalam ibadah. Thomas Edison mendefinisikan metode permainan sebagai suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk permainan Edison, 2017, p. 133. Permainan yang dimaksud dapat berupa tebak kata, memperagakan tokoh, mencari teman, menghafal ayat, sambung kata, dan masih banyak lainnya. Tujuan dari metode ini adalah untuk melibatkan remaja dalam kegiatan ibadah. Dengan harapan untuk menghindari suasana ibadah yang monoton dan kaku. Menurut pakar psikologi, permainan adalah suatu metode yang sesuai untuk belajar keterampilan sosial karena permainan dapat menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan Gibasa et al., 2010, p. 1. Hal tersebut menjadi kebutuhan bagi anak remaja saat ini. Anak remaja tidak hanya sekadar bermain, tetapi ada manfaat yang dapat diperoleh dalam permainan tersebut. Manfaat yang dapat diperoleh dari sebuah permainan adalah sebuah kejujuran, menambah pengetahuan tentang sesuatu, bekerja sama, aktif, fokus, konsentrasi dan untuk memberikan pemahaman terhadap makna dari sebuah permainan. Dalam sebuah permainan, aktivitas fisik, kognitif, afeksi, dan emosinya berkembang secara terpadu Tim Budi Pekerti, 2001, p. 22. Itu berarti bahwa, tidak hanya sekadar bermain. Tetapi memiliki manfaat yang dapat mengembangkan kemampuan remaja untuk mengetahui bahkan mampu memahami apa yang sedang mereka pelajari dalam permainan. Mampu memahami sesuatu adalah hal yang sangat penting bagi remaja. Hal ini dikarenakan seorang remaja akan rajin mengikuti kegiatan ibadah, jika mereka sebenarnya memahami apa yang sedang mereka lakukan, dan pemahaman tersebut ditunjukan melalui pengambilan kesimpulan dengan tindakan yang nyata. Dengan demikian, hal tersebut juga dapat menambah pemahaman remaja sehubungan dengan firman Tuhan yang akan disampaikan oleh pengkhotbah dalam ibadah. Memahami tidak berarti hanya sekadar tahu atau mengetahui. Tetapi lebih kepada mengerti apa yang telah dilakukan atau dipelajari. Seseorang dikatakan mampu memahami jika orang tersebut dapat menarik makna dari pesan-pesan atau petunjuk-petunjuk soal yang dihadapinya Baharsyah, 2017, p. 12. Itu berarti bahwa setelah mengetahui, anak remaja mengerti dan memamami apa yang sedang dilakukan dan memperoleh makna dari hal yang dilakukan. Berangkat dari masalah dan tersedianya metode permainan, penulis ingin melihat pengaruh dari metode tersebut terhadap pemahaman anak-anak remaja terhadap firman Tuhan. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh yang dapat dihasilkan melalui metode permainan terhadap tingkat pemahaman. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nikmah, metode permainan tidak hanya memberikan hasil yang positif terhadap aktivitas pembelajaran, namun juga Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen JITPAK, Volume 1, Nomor 1 Juni 202017-28 pada hasil belajar secara khusus dalam kelas IPA Nikmah et al., 2013. Hapsari dan Wicaksono juga menemukan adanya pengaruh dari metode permainan terhadap pemahaman secara khusus dalam kelas PPKN Hapsari & Wicaksono, 2012, p. 1. Berdasarkan artikel-artikel tersebut terlihat ada pengaruh antara metode permainan terhadap pemahaman anak didik. Melalui artikel ini, penulis ingin melihat apakah terdapat pengaruh dari metode permainan terhadap pemahaman firman Tuhan anak-anak remaja di GKII Okahapi Sumba Timur. TEORI Metode Permainan Anwar memberikan pengertian tentang metode pembelajaran sebagai cara mengajar atau cara menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang sedang belajar Anwar, 2018, pp. 126. Strategi atau metode penyampaian materi pembelajaran diperlukan agar materi atau pokok bahasan yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa Pradani et al., 2015, pp. 163. Seogeng dan Dewi menuliskan bahwa bermain merupakan naluri alami yang telah melekat pada diri anak sejak bayi 2015, pp. 3. Pada setiap anak, bermain itu adalah belajar, di mana dengan bermain, anak akan belajar berbagai hal tentang kehidupan sehari-hari Khobir, 2013, pp. 197;Bayoe et al., 2019. Dyan dan Saeful juga menuliskan, belajar akan lebih bermakna jika seorang anak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya Rahayu, 2018, pp. 49; Agung & Astika, 2011. Metode permainan merupakan salah satu metode pembelajaran yang baik, di mana materi yang disampaikan dilakukan melalui kegiatan belajar yang menyenangkan, agar tercipta pemahaman baru bagi siswa, dan ada ketertarikan dari siswa untuk pelajaran yang diajarkan. Jenis Metode Permainan Dalam kegiatan bermain, tidak semua permainan dilakukan untuk semua kalangan usia yang sama, menggunakan metode yang sama, menggunakan cara dan bahan yang diperlukan sama, dan dapat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh seorang anak. Beberapa ahli psikologi anak, seperti Smilansky, Piaget, dan Hoorn, menyampaikan paling tidak ada tiga jenis kegiatan bermain yang dapat mendukung pembelajaran anak, yaitu bermain fungsional atau sensorimotor, bermain peran, bermain konstruktif Masnipal, 2013, pp. 63–64. Bermain Fungsional/Sensorimotor “Bermain fungsional atau sensorimotor dimaksudkan bahwa anak belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungannya” Darmadi, 2018, pp. 75–76. Artinya bahwa, dalam sebuah permainan, dibutuhkan pengenalan yang benar dengan adanya hubungan fisik dengan keadaan yang terjadi Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Metode Permainan Dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Serli, Hengki Wijaya disekitar lingkungan permainan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui penglihatan, pendengaran, penciuman aroma disekitar tempat bermain, dan perasaan. Kebutuhan sensorimotor anak didukung ketika anak-anak disediakan kesempatan untuk bergerak secara bebas, berhubungan dengan bermacam-macam bahan dan alat permainan, baik dalam dan di luar ruangan Syarbini, 2014, p. 66. Ketika seorang anak sedang bermain, kegiatan yang dilakukan tidak dibatasi hanya pada keadaan di dalam atau keadaan di luar. Tetapi, anak diberikan kebebasan yang dapat dipertanggungjawabkan oleh seorang anak itu sendiri. Bermain Peran Bermain peran disebut juga dengan main simbolis, pura-pura, fantasi, imajinasi, atau main drama Mutiah, 2015, p. 115. Bermain peran memungkinkan anak memproyeksikan dirinya ke masa depan dan menciptakan kembali masa lalu. Kualitas pengalaman bermian peran, tergantung pada beberapa faktor, seperti cukup waktu untuk bermain, ruangan yang memadai, dan adanya peralatan-peralatan yang cukup mendukung permainan yang dilakukan Syarbini, 2014, p. 66. Dengan beberapa hal tersebut, dapat menciptakan suasana yang baik untuk menunjang kegiatan bermain anak. Menurut Erikson, terdapat dua jenis bermain peran yaitu bermain peran mikro dan makro Darmadi, 2018, p. 77. Bermain peran mikro dimaksudkan bahwa anak memainkan peran dengan menggunakan alat bermain berukuran kecil, seperti orang-orangan kecil yang sedang berjual beli. Saat anak bermain peran mikro, serti bermain orang-orangan kecil, anak akan belajar untuk menghubungkan dan mengambil sudut pandang dari orang lain sesuai dengan karakter yang diperankan. Sedangkan bermain peran makro, anak yang secara langsung bermain memainkan peran tokoh Darmadi, 2018, p. 77. Peran yang dilakukan disesuaikan dengan tema, misalnya berperan sebagai dokter, perawat, ibu, ayah, anak, dan saudara dalam sebuah keluarga. Bermain Konstruktif Bermain konstruktif adalah permainan dengan menggunakan bahan-bahan material yang disusun atau dikonstruksi sesuai kreativitas anak, sehingga menjadi suatu karya 2013, p. 136. Bahan-bahan yang dimaksud dapat berupa bahan cair maupun terstruktur. Seperti cat air, krayon, batu-batu, pasir, puzzle, dedaunan, atau bahan yang disediakan oleh alam. Permainan ini, merujuk pada aktivitas dan kreatifitas seorang anak dalam membuat atau membangun sesuatu dari bahan yang disediakan. Pemahaman Firman Tuhan Manusia tidak dapat langsung memahami sesuatu secara langsung. Pemahaman tentang data yang masuk ke dalam pikiran manusia mengalami proses Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen JITPAK, Volume 1, Nomor 1 Juni 202017-28 data yang diolah. Pikiran itu sangat dipengaruhi oleh waktu dan tempat, masyarakat dan budaya di mana kita hidup Knitter, 2008, p. 137. Pemahaman firman Tuhan terbentuk dengan penangkapan indera manusia untuk merespons sensasi yang akhirnya membentuk persepsi. Pemahaman firman Tuhan adalah interaksi manusia dengan firman Tuhan dimana firman Allah memberikan pengertian tentang kebenaran Allah Ronda, 2011, 2013. Allah berfirman melalui firman Allah kepada manusia untuk memberitahukan maksud dan kehendak-Nya. Allah sendiri melalui firman-Nya memberikan pemahaman untuk tujuan melakukan perintah-Nya dan memuliakan nama-Nya. Yesus memberikan perumpamaan, cerita, dan media untuk menjelaskan maksud-Nya untuk umat-Nya. Contohnya khotbah di bukit, uang koin, roti dan ikan, ragi. Indikator Pemahaman Dalam sebuah tingkatan pembelajaran, pemahaman memiliki kedudukan yang lebih tinggi satu tingkat dari pengetahuan. Untuk memahami sesuatu, diperlukan kemampuan untuk menangkap makna atau arti dari suatu konsep. Dalam menangkap arti dari suatu materi, dibutuhkan konsentrasi yang penuh terhadap materi tersebut. Hal tersebut, dapat dilakukan dengan memahami makna dari tiap-tiap kalimat dan mencerna maksud dan tujuan dari kalimat tersebut. Pemahaman erat kaitannya dengan inti dari sesuatu. Yang merupakan bentuk pengertian atau pemahaman yang menjadi penyebab seseorang mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan itu, tanpa harus menghubungkannya dengan bahan lain. Menurut taksonomi Bloom, pemahaman dibedakan menjadi tiga, yaitu penerjemahan translasi, penafsiran interpretasi, dan ekstrapolasi Gunawan & Palupi, 2016, p. 101. Penerjemahan Penerjemahan atau biasa disebut translasi merupakan kemampuan untuk memahami suatu ide yang dinyatakan dengan cara lain dari pada pernyataan asli yang dikenal sebelumnya Gunawan & Palupi, 2016, p. 101. Artinya, bahwa proses untuk memberi makna atau memberi pengertian dari pengetahuan yang diterima, dapat dilakukan dengan memberikan makna sesuai yang dimengerti. Ketika seseorang memperoleh informasi atau pengetahuan yang baru, akan ada perbedaan bagaimana orang tersebut memaknai hal yang diterimanya dengan orang lain. Pemahaman dibuktikan melalui ketelitian dan ketepatan untuk menginterpretasikan atau menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lain atau satu bentuk ke bentuk yang lain Iskandar & Syahir, 2018, p. 32. Artinya, memahami sesuatu dibuktikan melalui ketelitian untuk menguraikan atau mengartikan sesuatu ke bahasa lain, atau ke bentuk yang lain. Penerjemahan dapat diartikan sebagai pengertian lain. Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Metode Permainan Dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Serli, Hengki Wijaya Penafsiran Penafsiran atau biasa disebut interpretasi merupakan penjelasan atau rangkuman atas suatu komunikasi, misalnya menafsirkan berbagai data sosial yang direkam, diubah, atau disusun dalam bentuk lain seperti grafik, tabel, diagram Gunawan & Palupi, 2016, p. 101. Dengan kata lain, penafsiran berarti memberikan penjelasan secara singkat atas suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa pribadi. Dari penjelasan singkat tersebut yang kemudian dijadikan rangkuman atas komunikasi atau informasi yang didapatkan. Penafsiran merupakan “aktivitas intelektual yang prosesnya mencerminkan penggunaan asumsi, konsep, dan paradigma” Risdiana, 2016, p. 23. Artinya bahwa, dalam proses penafsiran, ada perubahan yang terjadi. Baik itu kerangka berfikir, rancangan yang ada, dan hal-hal lain yang digunakan untuk memahami sesuatu. Ekstrapolasi Ekstrapolasi yaitu meluaskan kecenderungan melampaui datanya untuk menentukan atau mengetahui implikasi, konsekuensi, akibat, pengaruh sesuai kondisi suatu fenomena pada awalnya Iskandar & Syahir, 2018, p. 33. Seperti membuat kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang ada, dan memprediksi hal lain yang mungkin akan terjadi. Kesimpulan memberikan makna yang tersendiri bagi seseorang. Pemberian kesimpulan juga dapat dimaknai secara berbeda pada setiap orang. Dalam sebuah kesimpulan, ada implikasi dan aplikasi yang perlu diterapkan. Penerapan tersebut bertujuan sebagai pembuktian kemampuan pengertian dari apa yang telah dipelajari. Dengan demikian, memampukan seseorang untuk dapat melakukan perubahan dari yang tidak paham, menjadi dapat memberikan kesimpulan. METODE Metode peneltian kuantitatif dengan menggunakan rumus Rating Skala Sugiyono, 2014; Wijaya, 2016, pp. 80-81 untuk melihat hubungan metode permainan terhadap pemahaman firman Tuhan. Perlakuan jenis metode permainan diberikan kepada remaja jemaat GKII Okahapi. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket, observasi, dan wawancara Helaluddin & Wijaya, 2019. Hasil Rating Skala diintrepretasikan berdasarkan hasil penelitian, dan dikorelasikan dengan teori yang ada menghasilkan simpulan penelitian. Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen JITPAK, Volume 1, Nomor 1 Juni 202017-28 HASIL DAN PEMBAHASAN Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian melalui angket yang dibagikan kepada 20 dua puluh orang anak remaja GKII Okahapi Sumba Timur sebagai objek penelitian. Dua puluh responden mengikuti metode permainan, dan aktif terlibat dan memberikan respons dengan menjawab 50 butir pernyataan yang berkaitan dengan variabel jenis metode permainan X dan variable pemahaman firman Tuhan Y. Deskriptif Analisis Data Penelitian Metode Permainan Bermain Fungsional X1 terhadap Pemahaman Firman Tuhan Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil perhitungan rating skala untuk indikator variabel X1 bermain fungsional memengaruhi indikator Y1 penerjemahan yakni sebesar 93,75%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 mampu memengaruhi Y1 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan pada permainan memberi harga dapat diterjemahkan secara pribadi oleh masing-masing remaja. Persentase yang menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan responden yang menjawab setuju. Responden yang menjawab sangat setuju dapat memaknai firman Tuhan yang disampaikan melalui permainan tersebut. Remaja dapat memberi pengertian secara pribadi mengenai pemahaman yang didapatkan. Hasil perhitungan rating skala untuk indikator variabel X1 bermain fungsional memengaruhi indikator Y2 penafsiran yakni sebesar 94,58%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 mampu memengaruhi Y2 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan pada permainan Simson, Delila, dan Singa dapat ditafsirkan maksudnya secara pribadi oleh masing-masing remaja. Persentase menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan yang setuju. Tidak ada responden yang memberi jawaban tidak setuju terhadap hubungan menafsirkan dengan permainan fungsional Simson Delila, dan Singa. Dengan demikian diketahui bahwa remaja mampu menafsirkan fungsi tokoh-tokoh Alkitab yang diperankan. Hasil perhitungan rating skala untuk indikator variabel X1 bermain fungsional memengaruhi indikator Y3 ekstrapolasi yakni sebesar 93,75%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 mampu memengaruhi Y3 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan dapat diterjemahkan secara pribadi oleh masing-masing remaja. Persentase menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan yang menjawab setuju. Ada 1 responden yang memberi jawaban tidak setuju untuk mau bekerja sama dengan orang lain, dan tidak ada responden yang memberi jawaban tidak setuju terhadap hubungan menerjemahkan dengan permainan holding hands. Narasumber yang memberi respons tidak setuju untuk berpegang tangan sampai permainan selesai mengatakan, “Ia tidak mau turut dalam menyelesaikan tantangan Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Metode Permainan Dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Serli, Hengki Wijaya yang sedang dihadapi, dan tidak percaya lagi bahwa ia mampu menyelesaikan permainannya bersama dengan kelompok” Tiara Djami, Wawancara Oleh Penulis, Sumba Timur, 16 Juni 2019. Metode Permainan Bermain Peran X2 terhadap Pemahaman Firman Tuhan Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil perhitungan rating skala untuk indikator variabel X2 memengaruhi indikator Y1 yakni sebesar 94,16%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X2 mampu memengaruhi Y1 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan dapat diterjemahkan secara pribadi oleh masing-masing remaja. Hasil persentase menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan yang setuju, dan 0% yang memberi jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil perhitungan rating skala untuk indikator variabel X2 memengaruhi indikator Y2 yakni sebesar 95%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X2 mampu memengaruhi Y2 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan dapat diterjemahkan secara pribadi oleh masing-masing remaja. Hasil persentase menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan yang setuju, dan 0 persen yang memberi jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju. Salah satu responden mengatakan, bahwa “Singa dapat dikalahkan oleh Simson, tetapi Simson bisa dikalahkan oleh rayuan Delila, tetapi Delila sangat takut kepada singa. Simson gagal mengenali kelemahannya dan mengatasinya walaupun dia cukup mengenali kekuatannya. Tuhan ingin kita tidak hanya sebatas mengenali kekuatan kita, melainkan juga mengenali kelemahan kita. dan memperbaikinya bersama dengan Tuhan” Siprianus Lima Migu, Wawancara Oleh Penulis, Sumba Timur, 16 Juni 2019. Terlihat dari jawaban anak remaja bahwa, anak remaja dengan pemahaman yang dimiliki dapat merangkumkan makna yang diperoleh dari permainan simson delila singa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil perhitungan rating skala untuk indikator variabel X2 memengaruhi indikator Y3 yakni sebesar 94,16%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X2 mampu memengaruhi Y3 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan dapat diterjemahkan secara pribadi oleh masing-masing remaja. Hasil persentase menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan yang setuju, dan 0% yang memberi jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju. Metode Permainan Bermain Konstruktif X3 terhadap Pemahaman Firman Tuhan Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil untuk indikator variabel X3 memengaruhi indikator Y1 yakni sebesar 93,75%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X3 mampu memengaruhi Y1 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan dapat diterjemahkan secara pribadi oleh masing-masing remaja. Persentase menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan yang setuju. Salah satu narasumber yang memberi respons sangat setuju mengatakan bahwa “Sebagai remaja Kristen, tentunya kita harus menjadi panutan bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Tidak Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen JITPAK, Volume 1, Nomor 1 Juni 202017-28 usah terpengaruh oleh perkataan orang lain yang mungkin tidak membangun karakter yang baik dalam hidup kita. Mari menghargai anugerah yang diberikan Tuhan” Siska Asriani Tola, Wawancara Oleh Penulis, Sumba Timur, 16 Juni 2019. Dari pendapat remaja tersebut mengambarkan bahwa sebagai seorang remaja harus menjadi panutan bagi remaja yang lain, jangan mau terpengaruh dengan perkataan orang lain. Karena Tuhan sudah menciptakan manusia dengan keunikan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil perhitungan rating skala untuk indikator variabel X3 memengaruhi indikator Y2 yakni sebesar 91, 66%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X3 mampu memengaruhi Y2 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan dapat diterjemahkan secara pribadi oleh masing-masing remaja. Hasil persentase menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan yang setuju, dan 2 orang yang memberi jawaban tidak setuju dan 0 responden yang memberi jawaban sangat tidak setuju. Adapun menurut responden alasan mengapa tidak setuju dengan untuk dapat mendengarkan pendapat orang lain yaitu “tidak semua orang dapat mendengarkan orang lain. Mereka sulit untuk bekerja sama dengan remaja lainnya jika mereka tidak mau mendengar pendapat dari setiap pribadi” Gita Sari Yemima Indah Kihi dan Tiara Djami, Wawancara Oleh Penulis, Sumba Timur, 16 Juni 2019. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil perhitungan rating skala untuk indikator variabel X3 memengaruhi indikator Y3 yakni sebesar 94,16%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X3 mampu memengaruhi Y3 dengan baik, sehingga pemahaman firman Tuhan dapat diterjemahkan secara pribadi oleh masing-masing remaja. Hasil persentase menjawab sangat setuju lebih banyak dibandingkan dengan yang setuju, dan 0 persen yang memberi jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju. Salah satu responden sangat setuju memberikan respons, bahwa “berpegangan tangan sampai permainan selesai, berarti memiliki keinginan bersama dengan remaja lain untuk bersatu hati dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Berpegang tangan dengan orang lain, itu sama halnya dengan memegang tangan Tuhan dalam hidup” Nona Bunga, Wawancara Oleh Penulis, Sumba Timur, 16 Juni 2019. Remaja menyadari bahwa ada keinginan bersama untuk mau menghadapi dan menyelesaikan tantangan bersama. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa X2 memengaruhi indikator Y2 yang paling besar di antara indikator yang lain, yaitu sebesar 95%. Hal ini menunjukkan bahwa metode bermain peran memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan pemahaman penafsiran firman Tuhan. Penggunaan metode permainan dalam kegiatan ibadah dapat meningkatkan pemahaman firman Tuhan pada remaja GKII Okahapi Sumba Timur. Penerapan bermain peran membantu anak remaja untuk dapat mengerti cara untuk membangun persekutuan yang benar di dalam Tuhan. Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Metode Permainan Dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Serli, Hengki Wijaya Remaja dengan pemahaman yang dimiliki dapat merangkumkan makna yang diperoleh dari bermain peran. Hal tersebut menjadikan remaja mau mendengarkan perkataan orang lain, mau bekerja sama, dan mau belajar rendah hati. Metode permainan membatu remaja untuk menerjemahkan maksud dengan perkataannya sendiri, menafsirkan makna firman Tuhan, dan mengkontruksi kembali makna firman Tuhan untuk disampaikan kembali kepada orang lain. KEPUSTAKAAN Anwar, M. 2018. Menjadi Guru Profesional. Prenada Media. Agung, I., & Astika, M. 2011. Penerapan Metode Mengajar Yesus Menurut Injil Sinoptik Dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen Di SMA Gamaliel Makassar. Jurnal Jaffray, 92, 147–171. Baharsyah, M. I. 2017. Peningkatan pemahaman karakter tokoh pewayangan punakawan bahasa jawa dengan menggunaka media wayang dua dimensi pada siswa kelas V MI Miftahul Ulum Kraton Krian Sidoarjo [Undergraduate, UIN Sunan Ampel Surabaya]. Bayoe, Y. V., Kouwagam, M. L., & Tanyit, P. 2019. Metode Pembelajaran Melalui Film Superbook dan Minat Belajar Firman Tuhan Pada Anak Usia 6-8 Tahun. Jurnal Jaffray, 171, 141–156. D. Gunarsa, S., & Singgih D. Gunarsa, Y. 2011. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. BPK Gunung Mulia. Darmadi. 2018. Asyiknya Belajar Sambil Bermain. Guepedia. Edison, T. 2017. 52 Metode Mengajar Mengangkat Harkat dan Martabat Pendidik Menjadi Berwibawa dan Terhormat. Kalam Hidup. Gibasa, T., Zaman, S., & R. Helmi, D. 2010. Games Kreatif Pilihan untuk Meningkatan Potensi Diri dan Kelompok. GagasMedia. Gunawan, I., & Palupi, A. R. 2016. Taksonomi Bloom – Revisi Ranah Kognitif Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, Dan Penilaian. Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 202. Hapsari, D., & Wicaksono, V. D. 2012. Pengaruh Metode Permainan Bingo Terhadap Motivasi Dan Pemahaman Materi PPKN Kelas IV SDN Sumokembangsri Sidoarjo. JPGSD, 0101, 1–11. Helaluddin, H., & Wijaya, H. 2019. Analisis Data Kualitatif Sebuah Tinjauan Teori & Praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. Iskandar, S., & Syahir, M. 2018. Filsafat Pendidikan Vokasi. Deepublish. Masnipal. 2013. Siap Menjadi Guru & Pengelola PAUD Profesional. Elex Media Komputindo. Migu, S. L. 2019, June 16. Alasan Sangat Setuju [Personal communication]. Copyright© 2020; Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen JITPAK, Volume 1, Nomor 1 Juni 202017-28 Mutiah, D. 2015. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Prenada Media Group. Nikmah, S., Kartono, & Halidjah, S. 2013. Penggunaan Metode Permainan Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 11 Sungai Melayu Rayak. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 23. Nurhasanah, S., & Sobandi, A. 2016. Minat Belajar Sebagai Determinan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 11, 135–142. Risdiana, Y. 2016. Penafsiran Kontrak Komersial Antara Teks Dan Konteks. Inboeku Media Ilmu. Ronda, D. 2011. Leadership Wisdom. Kalam Hidup. Ronda, D. 2013. Dasar Teologi yang Teguh Panduan Teologi Sistematika Di Perguruan Tinggi. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Supardi, Leonard, L., Suhendri, H., & Rismurdiyati, R. 2015. Pengaruh Media Pembelajaran dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Fisika. Formatif Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 21. Syarbini, A. 2014. Model Pendidikan Karakter Dalam Keluarga. Elex Media Komputindo. Tim Budi Pekerti. Terbang Dgn Dua Sayap. Grasindo. Wijaya, H. 2016. Metodologi Penelitian Pendidikan Teologi. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. Yurika Vitri BayoeMeily Lunanta KouwagamParel TanyitTujuan penulisan ini ialah untuk mengkaji metode pembelajaran melalui film Superbook dan minat belajar firman Tuhan pada anak usia 6-8 tahun. Metode yang dipakai ialah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi kepustakaan dan penelitian lapangan berupa observasi dan wawancara kepada anak usia 6-8 tahun. Kriteria anak yang berminat jika anak senang untuk belajar, tertarik untuk belajar, terlibat aktif di dalam pelajaran maupun memberikan perhatian saat proses pembelajaran dengan tetap berkonsentrasi. Hasil observasi menunjukkan minat belajar firman Tuhan pada anak usia 6-8 tahun untuk belajar nilai-nilai Alkitab, dan dapat bertumbuh di dalam Tuhan melalui media film. Hengki WijayaMetodologi penelitian Pendidikan teologi ditujukan untuk mahasiswa dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Salah satu bagiannya memuat tentang plagiarism dalam Leonard LeonardHuri SuhendriRismurdiyatip>The research objective is to obtain an appropriate media and learning physics can help understanding the basic concepts in physics learning, especially for the completion of a straight motion of matter in the junior class VII. The study design used in this study is a 2x2 factorial design with three variables, namely instructional media, interest in student learning, and learning outcomes Physics. The samples obtained through the Multi Stage Sampling, each 13 person for 4 classes, so that individual large sample size of 52 students. Data analysis using ANOVA of two lines techniques, and first performed a descriptive statistical analysis and test analysis requirements. The results showed that 1 there is the differences of learning outcomes of students who were taught physics learning media fascination with physics and conventional instructional media, 2 there is the differences of learning outcomes of students who are interested in studying physics of high and low learning interest, and 3 there is an interaction effect of learning media and interest in learning the results of learning Physics. Keywords instructional media, interest in learning, learning outcomes, physics, pesona fisika The Cognitive domain of Bloom’s taxonomy often serves as a framework for categorizing objectives of education, designing tests, and designing curricula. The taxonomy in order covers 1 knowledge, 2 comprehension, 3 application, 4 analysis, 5 synthesis, and 6 evaluation. The order has been made use more than fifty years as the basis for education objectives, designing tests and curricula. Revision on the taxonomy is done by changing noun in the taxonomy into verb in the revised taxonomy. This is in order to meet education objectives. Such objectives indicate that students will be able to do something verb by using something noun. Revision by Kratwohl and Anderson resulting the taxonomy 1 remember, 2 understand, 3 apply, 4 analyze, 5 evaluate, and 6 create.

permainan tentang mengandalkan tuhan